*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 19 Desember 2011 | 19.45
ADRO Raih 7 Penghargaan CSR Award 2011

Abraham Lagaligo
abraham@tambang.co.id

Jakarta – TAMBANG. Untuk urusan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di lingkar tambang, harus diakui PT Adaro Energy Tbk merupakan salah satu yang terdepan. Produsen batubara terbesar di Indonesia ini terus berupaya menjadi tetangga dan mitra yang baik bagi masyarakat dan lingkungannya.

Bagi emiten berkode ADRO ini, Corporate Social Responsibility (CSR) bukan semata melaksanakan kewajiban, melainkan tabungan masa depan. Tahun ini, perusahaan yang dipimpin Garibaldi Thohir ini pun meraih tujuh penghargaan CSR Award 2011.

Penghargaan itu diberikan kepada anak perusahaan ADRO, PT Adaro Indonesia, pada Kamis, 15 Desember 2011. Tujuh program CSR bidang ekonomi, sosial dan lingkungan yang diajukan, semuanya membuahkan penghargaan, 2 PLATINUM, 2 GOLD dan 3 SILVER.

Mohammad Effendi, Chief CSR Officer ADRO beserta jajarannya mewakili perusahaan menerima penghargaan yang disampaikan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial, Rusli Wahid mewakili Menteri Sosial.

“Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk berbuat lebih baik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Menjadi mitra yang baik dan berkarya bersama akan terus kami lakukan, untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa” ujar Mohammad Effendi.

Platinum diberikan kepada Adaro atas kiprahnya membantu mengembalikan penglihatan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, melalui operasi katarak. Platinum juga diberikan pada program penciptaan akses air bersih, lewat pengolahan air tambang di water treatmen plant (WTP).

Dimulai pada 2003, sampai saat ini Adaro telah membantu lebih dari 3.800 pasien katarak, untuk dapat kembali melihat indahnya terang. Kini mereka dapat berkarya, berkreatifitas kembali serta mandiri tanpa harus menggantungkan hidupnya kepada orang lain.

Melalui unit WTP yang dibangun sejak 2008, air bersih kini dapat dinikmati oleh masyarakat setidaknya di dua desa, karyawan Adaro, serta mitra kerja. Padahal air itu berasal dari air tambang, yang setelah diolah akhirnya siap untuk dikonsumsi.

Selain katarak dan air bersih, program Adaro lainnya yang mendapatkan penghargaan adalah Rumah Belajar “Saraba Kawa”, dan Gerakan Pembangunan Adaro Mandiri (Gerbang Aman). Kedua program itu mendapatkan penghargaan Gold.

Penghargaan Silver diberikan untuk program Sekolah berbudaya Lingkungan (Adiwiyata) – SMPN 4 Paringin, Pembinaan dan Pengembangan UKM Madu “Tiga Wanyi”, serta Pembinaan dan Pengembangan Usaha Perikanan “Makmur Jaya”.

Selain program CSR, mitra kerja Adaro atas nama Firman Yusi pun mendapatkan penghargaan peringkat Terbaik 3 untuk kategori pelaku mitra perusahaan. Itu semua merupakan buah bekerja dengan hati, sepenuh tanggung jawab, yang selaras dengan lingkungan dan masyarakat.

icon
Berita Lain
01 September 2014 | 16.34
Pendapatan KRAS Turun 18%
18 Agustus 2014 | 17.59
Saham PTBA Naik 7,63%