*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 17 Maret 2013 | 05.03
Harga Gas Alam Dan Minyak Mentah Merangkak Naik, Sementara Etanol Melemah

Suryana Miharja
suryana@majalahtambang.com

Jakarta-TAMBANG. Harga Gas alam mengalami lonjakan tertinggi selama 16 minggu terakhir di New York, di tengah spekulasi adanya peningkatan permintaan gas untuk menghidupkan pemanas setelah musim dingin di New York diprediksi akan terus berlangsung.

Harga Gas untuk pengiriman April mendatang mengalami kenaikkan sebesar 4.3 sen, atau 1,1 persen dari harga sebelumnya menjadi $3.855 per juta British thermal unit (MBTU) di New York Mercantile Exchange.

Kenaikan harga juga dialami oleh minyak mentah Brent di London untuk pengiriman Mei mendatang yang naik sebesar 1.2 persen menjadi $110.23 per barel. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman pada Mei tersebut jauh lebih mahal dari harga minyak mentah WTI untuk pengiriman pada bulan yang sama.

Sementara harga gas alam dan minyak mentah mengalami kenaikkan, harga Etanol justeru melemah. Selisih harga etanol terhadap bensin yang merupakan barang substitusinya terus melebar dan telah terjadi selama hampir dua minggu terakhir di Amerika Serikat.
Perbedaan harga etanol dan bensin tersebut mencapai $5.05 sen atau harga etanol menjadi $56.38 sen per galon.

Di Chicago Board of Trade, harga etanol terdenaturasi atau etanol yang sudah dicampur dengan bahan lainnya untuk pengiriman April mendatang mengalami penurunan sebesar $2.2 sen atau 0.8 persen menjadi $2.606 per galon. Sementara itu, harga Bensin untuk bulan yang sama melonjak sebesar $2.85 sen atau sebesar 0.9 persen menjadi $3.1698 per galon di New York Mercantile Exchange.

icon
Berita Lain
18 Agustus 2014 | 17.59
Saham PTBA Naik 7,63%
15 Agustus 2014 | 11.37
Suspensi Dibuka, Saham BAJA Terbang
14 Agustus 2014 | 15.23
Rating BRAU Turun Jadi B2
12 Agustus 2014 | 13.56
Harga Batu Bara Acuan Agustus 2014