*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 28 Juli 2010 | 21.34
Eksploitasi Bahan Galian Harus Dilaporkan Ke Pusat

Bambang Gatot Ariyono

Abraham Lagaligo
abraham@tambang.co.id

Jakarta – TAMBANG. Seiring lahirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), pengelolaan mineral non logam akan diatur lebih ketat. Pemerintah daerah (pemda) wajib menyampaikan laporan berkala setiap enam bulan. Hasil eksploitasi sumber daya alam yang kerap dikategorikan sebagai bahan galian itu, juga dimasukkan sebagai penerimaan negara.

“Sedang kita pikirkan, hasilnya akan masuk ke pusat atau tetap ke pemda,” ungkap Direktur Pembinaan Pengusahaan Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, di Jakarta, Rabu, 28 Juli 2010.

Bambang Gatot tidak menampik, sebelum UU Minerba terbit potensi mineral non logam seolah terlupakan. Pengelolaan bahan galian itu sepenuhnya dilakukan oleh pemda, demikian pula hasil penjualan dan ekspornya.

“Tapi itu bukan berarti kita tidak concern ke sana. Buktinya kita juga menerbitkan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 45 Tahun 2003, yang mengatur tarif royalti untuk bahan galian non logam itu,” jelasnya kepada Majalah TAMBANG.

Pengaturan itu menjadi lebih ketat, karena UU Minerba tidak mengenal pembagian bahan galian dalam aktivitas pertambangan. Selain itu, Gubernur dan Bupati wajib menyampaikan laporan perihal pengelolaan pertambangan di wilayahnya, minimal enam bulan sekali.

Menurut data Badan Geologi, potensi mineral non logam Indonesia sebenarnya cukup besar. Diantaranya bahan galian aneka industri seperti batu gamping, fosfat, gypsum, dan sebagainya. Kemudian bahan galian keramik, seperti lempung, pasir kuarsa, magnesit, dan sebagainya.

Terdapat pula bahan galian untuk bangunan (konstruksi), seperti marmer, granit, batu apung, dan sebagainya. Juga yang bernilai tinggi, yakni bahan galian batu mulia (batu hias), seperti oniks, Kristal kuarsa, intan, zircon, dan sebagainya.

icon