*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 25 Januari 2013 | 11.17
Kecelakaan Tambang IndoMetcoal; Dua Inspektur Tambang Dikirim Ke Lokasi

Alamsyah Pua Saba
alam@majalahtambang.com

Jakarta-TAMBANG- Pembangunan proyek IndoMet Coal PT Lahai), yakni proyek pembangunan Pelabuhan Muara Tuhup dan infrastruktur jalan aksesnya di provinsi Kalimantan Tengah, dihentikan sementara,akibat kecelakaan yang menewaskan seorang pekerja.


Kementrian ESDM,melalui Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Minerba,sudah mengirimkan 2 inspektur tambang ke lokasi kejadian,untuk melakukan investigasi,terhadap kecelakaan yang terjadi pada Senin (21\01) tersebut.

Menurut Eko Gunarto,Kasubdit Keselamatan Pertambangan,Ditjen Minerba,kementrian ESDM, dua orang inspektur tambang dikirim sehari setelah mendapatkan informasi tentang kecelakaan kerja tersebut.

"Kejadiannya kan pada (tanggal) 21 malam, besoknya (tanggal 22\01),kita langsung mengirimkan dua inspektur tambang,"demikian jelas Eko saat dihubungi majalah Tambang (Kamis,24\01).

Lebih lanjut Eko menjelaskan,sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan menteri ESDM,lokasi tempat kecelakaan tidak boleh dirubah untuk kepentingan penyelidikan.karena itu,kegiatan sementara di tempat tersebut,dihentikan sementara.

Lebih jauh ia menekankan,kegiatan penghentian sementara tersebut,dilakukan terkait dengan proyek yang sedang dikerjakan,bukan kegiatan pertambangan secara keseluruhan. Keputusan penghentian secara keseluruhan aktivitas pertambangan,tergantung hasil laporan investigasi yang dilakukan oleh inspektur tambang.

"Setelah melalui pemeriksaan menyeluruh, baru diambil tindakan,apakah bisa dihentikan atau tidak.Semua tergantung penyebab kasus tersebut," terang Eko lagi.

Eko belum bisa memastikan kapan hasil investigasi tersebut dirilis. Hal tersebut lanjutnya,karena laporan yang disamapaikan harus komprehensif dan menyeluruh,bukan parsial. Namun dari pengalaman yang pernah ada,seminggu setelah inspektur tambang turun,sudah bisa didapatkan hasilnya,termasuk tindakan atau hukuman yang akan diberikan.

"Sampai sekarang,kita belum mendapatkan laporannyan" ujarnya.

Sampai saat ini,ia mengaku belum mendapatkan laporan dari inspektur tambang yang turun ke lokasi,mengenai penyebab kecelakaan.

Sementara itu,Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Syawaluddin Lubis mengatakan, penghentian sementara merupakan hal yang biasa jika terjadi kecelakaan,apalagi sampai menimbulkan korban jiwa.

"Itu juga juga bagian dari sanksi sementara bagi perusahaan," ucapnya ketika dihubungi.

Menurutnya, penghentian sementara bertujuan untuk melakukan investigasi agar pihak pelaksana memperbaiki kesalahannya sehingga menimbulkan korban jiwa. "Yang pasti, hal itu untuk memperbaki agar tidak terjadi lagi," tandas Syahwaluddin.

Proyek IndoMet Coal merupakan proyek kerja sama antara perusahaan batubara dari Australia, BHP Billiton dengan Adaro Energy Tbk.BHP menguasai 75 persen saham,sementara Adaro Energy memiliki 25 persen.


Dalam laman resminya, BPH Billiton mengaku tengah melakukan investigasi atas meninggalnya seorang pekerja pembangunan proyek IndoMet Coal dari PT Thiess Contractors Indonesia,perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek senilai US$ 44 juta tersebut.

Atas insiden tersebut, manajemen BHP Billiton mengucapkan bela sungkawa mendalam kepada keluarga korban. "Kami menyatakan turut berbelasungkawa atas meninggalnya pekerja di proyek tersebut," kata manajemen BHP Billiton. []

icon