*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 01 April 2013 | 12.15
Kalimantan Timur Segera Miliki Jalur Kereta Batubara

Esti Widyasari
esti.widyasari@gmail.com

Jakarta – TAMBANG. Moda transportasi untuk pengangkutan batubara di Provinsi Kalimantan Timur akan mendapatkan sebuah alternatif baru dengan rencana pembangunan jalur kereta yang melintasi kawasan tersebut. Saat ini, proyek Kalimantan Rail yang digagas oleh Rusia tersebut sudah dalam proses persiapan konstruksi, karena telah medapatkan dukungan pemerintah dan masyarakat sekitar.

“Setelah kami mengunjungi provinsi Kalimantan Timur, terutama wilayah Samarinda, Balikpapan, Kutai Barat, Paser dan Penajam, sangat nyata bahwa provinsi ini memiliki kebutuhan akan sistem logistik yang baik. Sistem transportasi kereta akan merangsang peningkatan yang signifikan, dan efek utamanya akan dapat dirasakan untuk operasi bisnis dan masyarakat,” ungkap Evgeny Korzov, Head of Project Finance - Kalimantan Rail, yang menjawab pertanyaan Majalah TAMBANG melalui surat elektronik dari Rusia, akhir Maret ini.

Kenyataan bahwa Kalimantan adalah pulau terbesar kedua di dunia, namun tidak memiliki sistem transportasi perkeretaan, dianggap sebagai sesuatu yang mengherankan. Karena itulah, perusahaan tersebut sangat antusias untuk mengembangkan jalur kereta di Kalimantan Timur.

“Sejauh ini kami mendapatkan dukungan dan sambutan luar biasa dari pemerintahan baik pemerintah pusat di Jakarta, dan secara khusus pemerintah daerah di Kalimantan Timur,” lanjut Korzov.

Beberapa kendala diakui memang menjadi tantangan bagi proyek Kalimantan Rail, namun perusahaan tersebut optimis bahwa konstruksi dapat dimulai tahun 2015, sehingga dapat mulai beroperasi selambat-lambatnya lima tahun mendatang.

“Kami merasakan adanya dukungan besar untuk proyek ini dari masyarakat sekitar. Kami percaya bahwa hal tersebut adalah aset besar dalam mengimplementasikan proyek sebesar dan sepenting ini. Tantangan apapun dapat diatasi, ketika telah mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar.”

Secara teknis, jalur kereta tersebut akan memiliki kapasitas volume angkut batubara hingga 45 MT per tahun. Namun demikian, pada tahun pertama direncanakan hanya akan dimulai dengan 7 MT dengan peningkatan kapasitas secara bertahap.

“Kami berencana untuk memulai dengan 7 MT per tahun pada tahun pertama operasi, untuk kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga 20 MT per tahun pada tahun ke-4. Selanjutnya, kami pun antusias untuk meningkatkannya lagi setelah mencapai target tersebut,” Korzov menjelaskan. []

Artikel lengkap mengenai jalur kereta untuk angkutan batubara dapat disimak dalam Majalah TAMBANG edisi cetak APRIL 2013 mendatang.

icon