*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
KOMODITI
TAMBANG 26 November 2012 | 08.20
Ada Tetangga Main di Bangka
Penambangan timah secara ilegal masih terus berlangsung. Produksi smelter timah Malaysia jauh lebih banyak ketimbang hasil bahan bakunya. PT Timah mengubah pola kerjasama.
Awal Oktober 2012 lalu, ribuan karyawan PT Timah, Tbk serempak mogok. Mereka berasal dari hampir semua wilayah kerja PT Timah, seperti Pangkal Pinang, Sungailiat, Belinyu, Jebus, Muntok, Toboali, Jakarta, Cilegon, Belitung, dan Kundur.

TAMBANG 24 Juli 2012 | 23.08
Ancaman Dari Eksportir Menjadi Negara Importir

Peningkatan produksi batubara dinilai sudah mengkhawatirkan. Penyusutan cadangan makin cepat. Upaya mengenakan biaya keluar ditentang habis. Pemerintah perlu memperketat pengawasan.Awal Juni 2012, ribuan orang berumpul di Nusa Dua, Bali. Ada pihak pemerintah dari Kementrian ESDM, pelaku usaha batubara, hingga trader dan calo. Semua tumplek blek pada acara tahunan yang berlangsung selama tiga hari. Fokus pembicaraan tak lain tak bukan, batubara di Indonesia. Topik yang dibicarakan diantaranya soal kebijakan, regulasi dan berbagai hal lain yang terkait batubara di Indonesia. Dari pertemuan tahunan ini pula, muncul rencana pemberlakukan bea keluar batubara, yang mengundang banyak reaksi.

TAMBANG 24 Januari 2012 | 01.31
Menyelamatkan Mineral Pinggiran
Ekspornya mencapai ribuan ton per tahun. Menjadi dewa penolong saat bencana Fukushima. Hasil galian non logam masuk Rancangan Permen nilai tambah mineral
TAMBANG 22 November 2011 | 22.10
Siap Menyambut Nilai Tambah
Tiga industri pengolahan dan pemurnian nikel direncanakan beroperasi pada 2014 mendatang. Memberi angin segar pada peningkatan nilai tambah. Investor terus mengalir.
Awal September 2011 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menerima pimpinan Eramet dan PT. Weda Bay Nickel, perusahaan pertambangan yang memiliki konsesi pertambangan nikel di Halmahera, Maluku Utara (Malut). Dalam pertemuan dengan Kepala Negara, seminggu usai Hari Raya Idul Fitri 1432 H tersebut, Eramet dan Weda Bay Nickel, menyatakan akan menyiapkan investasi sebesar US$ 3 miliar untuk proyek nikel di Malut itu.
Pimpinan Eramet dan Weda Bay Nickel yang hadir diantaranya, Patrick Buffet (Chairman and CEO Eramet Group), Bertrand Marie Jean Claude Madelin (CEO Eramet Nickel), Alain Giraud (Presiden Direktur PT Weda Bay Nickel), Pierre Noyer (Direktur Coorporate PT Weda Bay Nickel), dan Erry Riyana Harjapamekas (Komisaris PT Weda Bay Nickel).

TAMBANG 22 November 2011 | 22.02
Tembaga Perlahan Menanjak
Produksi tembaga nasional baru pulih pada 2013. Pergerakan harga pada 2011 masih landai. Selama kuartal pertama tahun ini, permintaan hanya tumbuh 1,2 persen.
ICSG (The International Copper Study Group), Lembaga internasional yang mengkaji tentang tembaga memprediksi produksi tembaga di 2011 akan meningkat tipis. Faktor bencana di Jepang, Kondisi kebijakan keuangan serta adanya gangguan politik menyebabkan produksi tembaga tidak signifikan meningkat. Dari sisi hargapun, masih landai, turun tidak naikpun belum signifikan. Dari September 2011 hingga Januari 2012, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) berkisar antara US$ 8.813,75-8.837,00 per ton.
Dalam laporan bulan Juli 2011, ICSG memaparkan bahwa pasar tembaga halus sampai April 2011, menunjukkan adanya defisit produksi mencapai 36.000 metrik ton. Meskipun, kalau perhitungan musiman untuk tembaga halus dan siap pakai, menujukkan surplus 46.000 metrik ton.