*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG TODAY
TAMBANG 11 September 2014 | 09.24
Distribusi LPG Bersubsidi Tidak Tepat Sasaran
Jakarta-TAMBANG. Kalangan pengusaha gas menilai pendistribusian gas elpiji berukuran tiga kilogram tidak tepat sasaran, karena gas bersubsidi itu juga digunakan masyarakat berekonomi kelas atas dan pengusaha.
TAMBANG 11 September 2014 | 09.10
PGN Minta Pemerintah Bantu Soal Distribusi Gas di SPBU
Jakarta - TAMBANG. Terdapat 60 titik di sepanjang jalur pipa gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di Jabodetabek, yang dekat dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk disalurkan di SPBU terdekat dalam bentuk bahan bakar gas.
TAMBANG 11 September 2014 | 08.46
Pengelolaan Hulu Migas Rawan Suap
Jakarta-TAMBANG. Pengamat minyak dan gas bumi dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies, Kurtubi menganjurkan agar SKK Migas dibubarkan. Ia menilai, sistem yang ada saat ini terlalu terbuka sehingga rawan suap.
 

TAMBANG 11 September 2014 | 08.12
Perusahaan Amerika Beli Tambang di NTT
Tambang batu kapur dan gipsum di Solor, Nusa Tenggara Timur, mayoritas sahamnya dibeli sebuah perusahaan Amerika. Dibayar dengan kombinasi antara saham dan tunai. Akan dijadikan industri semen, untuk pasar lokal dan ekspor.
TAMBANG 11 September 2014 | 06.24
Pertamina Berharap Ungkap Tuntas Penyelundupan BBM Di Kepri
Jakarta-TAMBANG. Pihak PPATK dan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipid Eksus) Bareskrim Polri akhirnya berhasil membongkar kasus bisnis bbm ilegal yang terjadi di kepulauan Riau. Tindakan ini diduga merugikan negara sebesar Rp.1,3 triliun . Pihak Kepolisian pun telah menahan empat tersangka yang diduga terkait praktik korupsi dan pencucian uang dengan modus penggelapan BBM di wilayah tersebut.