*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG TODAY
TAMBANG 21 Maret 2014 | 06.45
Mengkaji Harga Panas Bumi, Pemerintah RI Libatkan Bank Dunia
Jakarta - TAMBANG. Selama ini masalah harga masih menjadi penghambat pengembangan panas bumi di Indonesia. Pemerintah pun sampai menggandeng institusi Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk ikut menghitung harga, yang dapat menjadi acuan pada Undang-Undang Panas Bumi yang sedang dirancang.
TAMBANG 21 Maret 2014 | 06.00
KUD Dharma Tani Lebih Pilih J Resources Ketimbang One Asia
Jakarta-TAMBANG. Kisruh pengelolaan tambang emas Gorontalo tampaknya akan berbuntut panjang setelah pihak KUD Dharma Tani sebagai pemegang lisensi IUP menegaskan keinginannya untuk menghentikan kerja sama dengan One Asia Resources, perusahaan tambang emas asal Australia. Padahal sebelumnya, Stephen Walters, CEO One Asia Resources mengatakan akan menginvestasikan dana sebesar US$ 150 juta sebagai pengembangan proyek Pani Gold di lahan seluas 100 hektar.
TAMBANG 20 Maret 2014 | 19.30
Indominco dan Bharito Siap Tanda Tangan Renegosiasi PKP2B
Jakarta-TAMBANG. Kelompok usaha batu bara asal Thailand, Indo Tambangraya Megah, Tbk mengklaim siap menyesaikan renegosiasi PKP2B dua anak perusahaannya, PT Indominco Mandiri dan PT Bharito Ekatama. Direktur PT Indo Tambangraya Megah (ITM), Leksono Poeranto mengakui saat ini prosesnya sudah hampir 100% dan tinggal menunggu pengesahan saja.
TAMBANG 20 Maret 2014 | 18.25
PGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gas di Lampung
Lampung TAMBANG. Berdasarkan permintaan dari Pemerintahan Provinsi Lampung, PT Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk akan mempercepat pembangunan infrastruktur gas terintegrasi di daerah itu.
TAMBANG 20 Maret 2014 | 17.04
Kenaikan Royalti Batu Bara Hanya Ditunda Bukan Batal
Jakarta-TAMBANG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Minerba membantah bahwa rencana kenaikan royalti batu bara bagi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dibatalkan. Direktur Jenderal Minerba, Sukhyar mengatakan pihaknya akan menunda dulu perihal keputusan akan menaikkan atau tidak royalti IUP batu bara dengan mempertimbangkan masukan dari pelaku usaha.