*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
BURSA
TAMBANG 24 Januari 2012 | 15.49
2012, RUIS Targetkan Dapat Satu Proyek FSO
Jakarta - TAMBANG. PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) menargetkan untuk mendapatkan setidaknya satu proyek penyediaan tangki penyimpanan terapung (floating storage offshore/FSO) di tahun ini. Perolehan proyek direncanakan melalui anak usaha RUIS, PT Supraco Lines.
TAMBANG 24 Januari 2012 | 13.57
RUIS Rencana Tawarkan Gas ke PLN
Jakarta - TAMBANG. Presiden Direktur PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) Sofwan Farisyi mengatakan tahun ini pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan PT PLN (Persero) terkait penawaran gas dari lapangan migas miliknya di Blok South-west Bukit Barisan. Gas akan mampu membangkitkan 80-100 MW listrik.
TAMBANG 20 Januari 2012 | 17.22
ASIA Dapat Dana Capex USD10 Juta Dari Wuhan
Jakarta - TAMBANG. Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) Stanislaus Say menyampaikan pihaknya mendapat komitmen pedanaan sebesar USD10 juta dari perusahaan trading batubara asal Cina, Wuhan Shipbiulding Trading (Wuhan). Dana akan digunakan sebagai belanja modal (capex) tahun 2012.
TAMBANG 20 Januari 2012 | 17.21
Kerjasama Dengan Rusia, ASIA Aktifkan Tambang Nikel
Jakarta - TAMBANG. Setelah lama tidak berproduksi, tambang nikel milik PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) akan segera diaktifkan kembali di tahun 2012 ini. Izin Usaha Pertambangan (IUP) Produksi telah diterima melalui anak usaha perseroan PT Tekonindo sejak April 2010. Namun karena kendala dana, kegiatan produksi menjadi vakum. Lokasi tambang sendiri berada di Bombana, Sulawesi Tenggara.
TAMBANG 20 Januari 2012 | 10.36
ANTM dan PTBA Disarankan Masuk Ranah Pidana
Jakarta TAMBANG. Demi merebut kembali aset-asetnya berupa lahan pertambangan yang diserobot perusahaan lain, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) disarankan untuk menempuh jalur pidana. Langkah keduanya untuk mencari keadilan melalui gugatan perdata dan gugatan tata usaha negara selama ini, dinilai tidak efektif bahkan terkesan tidak serius. Padahal atas risiko hilangnya aset tersebut, ANTM dan PTBA tidak hanya bertanggung jawab pada pemegang saham. Melainkan juga kepada negara, mengingat kedua perusahaan ini berstatus BUMN.