Umum

72 Tahun Gelap, Dua Desa Di Toba Samosir Kini Terang

72 Tahun Gelap,  Dua Desa Di Toba Samosir Kini Terang
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana. (Foto: Kementerian ESDM)
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana. (Foto: Kementerian ESDM)

Toba Samosir, TAMBANG – Masyarakat Desa Sipagabu dan Desa Liattondung Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, akhirnya merdeka dari kegelapan.

 

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana, mengatakan, keinginan masyarakat di kedua desa tersebut, akhirnya diwujudkan pemerintah dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Toba Samosir.

 

PLTMH berkapasitas 140 kilo Watt (kW) ini dapat menerangi 293 rumah tangga, masing-masing rumah mendapatkan daya sebesar 400 Watt. PLTMH ini dibangun dengan biaya yang bersumber dari APBN sebesar Rp.6,9 miliar.

 

“Saya memohon maaf kepada masyarakat Tobasa yang harus menunggu selama 72 tahun untuk dapat menikmati listrik,” kata Rida Mulyana saat meresmikan PLTMH Toba Samosir, pada Senin (4/11), seperti dikutip dari keterangan pers Kementerian ESDM.

 

Saat ini dikatakan Rida, masih ada sekitar 2.519 Desa dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas di atas dan Rote di NTT, yang saat ini masih gelap gulita kalau malam.

 

“Itu menjadi tantangan kami dan kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat disini (Masyarakat Toba Samosir, red) yang sudah mau bersabar untuk mendapatkan akses listrik,” lanjut Rida.

 

Pemerintah menurutnya, terus berkomitmen untuk mewujudkan energi yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.

 

“Tahun ketiga Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla menekankan pemerataan termasuk pemerataan akses listrik bagi masyarakat dan kami telah mencanangkan yang namanya energi berkeadilan,” tuturnya.

 

Selain pemerataan di sektor kelistrikan, Pemerintah juga melakukan pemerataan di sektor bahan bakar minyak yakni dengan program BBM Satu Harga yang sudah dilakukan di berbagai tempat.

 

“Harga BBM harus sama, antara di Jawa dengan di Papua dan di manapun di wilayah Indonesia, harus satu harga begitupun dengan listrik ,” terang Rida.

 

Sementara itu, Kepala Desa Liattondung, Waltom Tabanan, berterima kasih atas pemberian akses listrik ini.

 

“Akhirnya, setelah menunggu 72 tahun Desa Sipagabu dan Desa Liattondung terlistriki kami menikmati penerangan listrik yang sangat kami cintai ini. Kami ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Pemerintah yang telah memenuhi harapan kami,” ujar Waltom.


Note: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Komentar tidak boleh mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, fitnah, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Redaksi berhak menyunting komentar yang dikirim, tanpa mengubah makna.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close