Abu Batu Bara PLTU Paiton Dimanfaatkan Untuk Konstruksi

Jakarta-TAMBANG. Anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yaitu PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) berhasil memanfaatkan abu batu bara menjadi bahan baku konstruksi. Direktur Pengambangan dan Niaga PJB, Muljo Adji AG mengatakan sejauh ini pihaknya telah memanfaatkan abu batu bara dari PLTU Paiton 1 dan 2. Dua pembangkit yang berkapasitas 800 Megawatt tersebut menghasilkan 1,2 ton abu batu bara dari 1,2 juta ton batu bara per tahunnya. “Pengoperasian PLTU tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi menyangkut masalah lingkungan dan keselamatan kerja,” ungkapnya, Selasa (1/1). Manajer Lingkungan PJB, Arjun Karim menambahkan abu batu bara dari PLTU Paiton 1 dan 2 seluruhnya sudah diserap untuk dijadikan bahan baku konstruksi. Tidak ada skema jual beli dengan perusahaan semen yang memanfaatkan abu tersebut. “Ini zero cost. Yang sudah dimanfaatkan 100% itu fly ash (abu terbang), sementara bottom ash (abu mengendap) belum masih landfill,” jelasnya. Sejauh ini, baru PLTU Paiton 1 dan 2 yang sudah mengolah abu batu bara menjadi bahan baku konstruksi. Sayangnya hal ini belum menular kepada pembangkit lainnya yang dioperasikan PJB.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin