Adaro Segera Pasok Batu Bara ke Thailand

Adaro Segera Pasok Batu Bara ke Thailand
TAMBANG, JAKARTA. PERUSAHAAN tambang batu bara, Adaro Energy, tengah berupaya untuk memasok batu bara ke pasar Thailand. Adaro berusaha mendapatkan kontrak jangka panjang. Adaro juga tengah berupaya menjual 12% saham anak usahanya, Adaro Indonesia, ke Perusahaan Pembangkitan Listrik Thailand. Penjualan sahamnya diperkirakan bernilai US$ 325 juta.   ‘’Mereka berupaya membangun pembangkit listrik di Thailand bagian selatan, yang secara geografis dekat dengan Indonesia. Bagi Adaro Energy, ini juga merupakan langkah bagus, karena bisa menjual batu bara di saat harga mulai naik. Direktur Utama Adaro Energy, Garibaldi ‘’Boy’’ Thohir, sebagaimana dikutip media perkapalan The Hellenic Shipping, berharap menjelang akhir tahun ini sudah bisa tercapai persetujuan.   Batu bara yang dicari kalorinya GAR 4.500-4.800, untuk jangka waktu pengiriman 25-30 tahun..   Pada 25 Oktober lalu, kabinet Thailand menyetujui rencana Perusahaan Pembangkit Listrik Thailand untuk membangun pembangkit listrik di Thailand selatan itu. Investasi awal proyek ini US$ 164 juta untuk tahun ini, dan sisanya dibayarkan antara 2022-2027.   Adaro Energy tahun lalu memproduksi 51,4 juta ton batu bara. Sebanyak 11 juta ton dijual di dalam negeri, sisanya diekspor. Sebanyak 16% dari produksinya diserap pasar Cina. Untuk pasar India dan Jepang, masing-masing 13%. Ekspor ke Thailand, yang selama ini dari tambangnya di Balangan, Kalimantan Selatan, kurang dari 3%. Hingga Oktober lalu, Adaro sudah berproduksi sebesar 39,3 juta ton, sekitar 76% dari target yang ditetapkan 52-54 juta ton pada tahun ini.   Selama sembilan bulan pertama tahun ini, penerimaan Adaro mencapai $1,77 miliar, turun 15,8% ketimbang thun lalu. Tetapi efisiensi yang dilakukan berhasil mengurangi biaya sebanyak 21,67%, menjadi US$1,31 miliar. Sehingga untung bersih naik 16,16% menjadi $209,1 juta.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin