Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Jakarta,TAMBANG,- Pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menyelenggarakan Olympiade Agincourt Resources (OlympiAR) 2026. Pembukaan ajang dua tahunan ini dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (4/9). Pembukaan OlympiAR 2026 dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai universitas.

Tahun ini OlimpiAR telah memasuki penyelenggaraan ketiga yang merupakan kompetisi geosains nasional bagi mahasiswa. Tema yang diusung, “Orebody to Ecosystem: Integrating Mining Performance and Environmental Resilience.”.

Untuk diketahui, OlympiAR merupakan bagian dari E-Coaching Jam (ECJ), program Agincourt Resources yang sejak 2014 mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dan pengetahuan aplikatif industri. Hingga 2024, ECJ telah menghubungkan lebih dari 5.000 mahasiswa di seluruh Indonesia dengan puluhan pakar lintas bidang.

Melalui OlympiAR, proses pembelajaran dalam ECJ dibawa ke tahap kompetisi. Peserta ditantang mengolah data, memecahkan studi kasus, bekerja dalam tim, dan mempertahankan solusi di hadapan akademisi serta praktisi.

Direktur Operasi PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, menyebutkan kualitas keputusan menjadi inti OlympiAR 2026. Peserta tidak hanya ditantang menghasilkan solusi teknis, tetapi juga menilai dampaknya terhadap keselamatan, lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan operasi.

Orebody adalah awal dari rangkaian keputusan, bukan akhir dari pekerjaan geologi. Data yang kita bangun akan memengaruhi desain tambang, keselamatan, pengelolaan air dan material sisa, rehabilitasi, hingga pascatambang. Karena itu, kinerja pertambangan dan ketangguhan lingkungan harus dirancang dalam keputusan yang sama sejak awal,” ujar Rahmat.

Sementara Ketua MGEI, Rosalyn Wuliandhary, menilai kemampuan menghubungkan geosains, keputusan teknis, dan dampak lingkungan semakin krusial seiring meningkatnya tuntutan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

“Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya kuat dalam geosains atau mining, tetapi mampu berpikir secara integratif, menghubungkan geosains, miningprocessing, teknologi, ekonomi, lingkungan, dan masyarakat,” tuturnya.

OlympiAR 2026 terbuka bagi mahasiswa program studi geologi dan geosains, teknik pertambangan, ilmu kebumian, teknik lingkungan, serta bidang terkait. Rangkaian program mencakup talk show, kompetisi daring, mentoring, pelatihan teknologi geosains, penyelesaian studi kasus, dan presentasi final.

Kepentingan pengembangan kompetensi geosains yang terintegrasi juga perlu didukung berbagai pihak. Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen mineral terbesar di dunia dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat besar.

“Karena itu, kontribusi akademisi, pelaku usaha, dan asosiasi profesi menjadi krusial untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam berjalan berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia,” ujarnya. 

Selain hadiah uang tunai, tim juara pertama berkesempatan mengikuti program magang di Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana ilmu, teknologi, kolaborasi, dan tanggung jawab diterapkan dalam operasi pertambangan.

 Dorong Talenta Geosains Sumatra

OlympiAR 2026 juga memotivasi partisipasi mahasiswa dari luar Jawa melalui penghargaan khusus bagi peserta dari kampus di Sumatra. Setelah pembukaan di ITB, rangkaian OlympiAR 2026 akan berlanjut di Universitas Negeri Padang (UNP) pada 8 September 2026.

“Kami ingin OlympiAR menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga membuka wawasan, membangun jejaring, dan melihat langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari dapat diterapkan di industri dan dunia kerja,” kata Katarina Siburian, Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources.

Pada OlympiAR 2024, sebanyak 161 tim dari 28 universitas mengikuti kompetisi, sementara keseluruhan rangkaiannya menjangkau lebih dari 600 mahasiswa, dengan tim wARrior Hornblende dari ITB meraih juara pertama. OlympiAR kemudian memperoleh penghargaan Silver pada Indonesian Sustainable Development Awards (ISDA) 2024.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Agincourt Resources untuk terus memperluas jangkauan OlympiAR sekaligus memperkuat ECJ sebagai program pengembangan kompetensi generasi muda yang berkelanjutan.

Dalam pembukaan ini, turut dihadir Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan Indra Maha; Wali Kota Bandung Muhammad Farhan; Wakil Dekan Bidang Sumber Daya mewakili Rektor ITB Dr. Dasapta Erwin Irawan, S.T., M.T. dan jajarannya.    

Artikel Terkait

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Jakarta,TAMBANG,- Memaknai Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Pertamina Gas (Pertagas), meneguhkan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan infrastruktur energi. Hal ini semakin penting di tengah kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis. Komitmen dari Subholding Gas Pertamina diantaranta tercermin dari Customer Satisfaction Index (CSI) Pertagas tahun 2026 yang mencapai

By Egenius Soda
Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin