Akhir Tahun Ini Dian Swastatika Mulai Operasikan PLTU Sumsel-5

Jakarta – TAMBANG.Anak usaha Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa, Tbk (DSSA), akhir tahun ini akan mendapat pos pemasukan baru dari beroperasinya PLTU Sumsel-5. Listrik dari pembangkit berkapasitas 2×150 MW yang berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan tersebut akan mulai dijual ke PLN sebagai pembeli tunggal.

 

“Pembangunan PLTU Sumsel-5 sampai saat ini masih berjalan sesuai dengan jadwal, dan telah mencapai kurang lebih 90%. Diharapkan pada akhir tahun 2015 pembangunannya telah selesai,” ungkap Hermawan Tarjono, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika, dalam paparan publik yang digelar di Jakarta, Rabu (24/6).

 

Proses uji coba sendiri sudah akan digelar pada bulan Juli mendatang, untuk salah satu unit PLTU tersebut. Sehingga, di bisa beroperasi secara komersial pada tahun ini juga.

 

“Kontribusi pendapatan PLTU Sumsel-5 di tahun 2015 diperkirakan sebesar US$ 25 juta,” tambahnya.

 

Nilai proyek tersebut diperkirakan berada di kisaran US$ 400 juta. Dalam proyek PLTU Sumsel-5 Dian Swastatika memang bertindak sebagai pembangun, pemilik, sekaligus operator dan penjual listrik (Build, Own, Operate, and Transfer / BOOT). Perjanjian Jual – Beli (PJB) tenaga listrik yang sudah disepakati dengan PT PLN (Persero) akan berlaku selama 25 tahun ke depan.

 

Saat ini, Dian Swastatika telah mengoperasikan 4 pembangkit listrik di Tangerang dan 2 unit lainnya di Karawang. Produksi dari pembangkit-pembangkit tersebut digunakan untuk memasok listrik bagi pabrik-pabrik yang masih tergabung dalam kelompok usaha Sinar Mas.

 

Selain itu, DSSA kini juga sedang menggarap proyek listrik swasta PLTU Kendari-3. Berlokasi di Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, PLTU tersebut dirancang dengan kapasitas 2×50 MW. Investasi yang disiapkan adalah sebesar US$ 200 juta, dan saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan.

 

Selama kuartal pertama 2015, sektor pembangkitan listrik telah berkontribusi pada 10% pendapatan Dian Swastatika, naik dari tahun lalu yang proporsinya hanya 7%. Persentase tersebut masih bisa bertumbuh, seiring dengan peluncuran Program Kelistrikan 35.000 MW oleh pemerintah.

 

“Dengan adanya dukungan pemerintah terhadap program listrik swasta dan kontrak jangka panjang dengan PLN, perseroan melihat industri kelistrikan memiliki prospek yang sangat cerah,” pungkasnya.

 


Close
Close