Jakarta,TAMBANG,- Platform Computasi Cloud kelas dunia, Amazon Web Services (AWS) akan menjadi pelanggan pertama tembaga yang diprodusi dengan Nuton® Technology. Ini terjadi setelah AWS menandatangani perjanjian dengan Rio Tinto. Platform milik Amazone ini akan menjadi pelanggan pertama setelah keberhasilan penerapan teknologi bioleaching inovatif dalam skala industridi tambang tembaga Johnson Camp di AS bulan lalu.
Perjanjian keduanya berdurasi dua tahun dimana AWS akan menggunakan tembaga Nuton pertama yang pernah diproduksi dalam komponen pusat data AS-nya. AWS juga akan menyediakan dukungan data dan analitik berbasis cloud untuk mempercepat optimalisasi teknologi bioleaching milik Nuton di tambang Johnson Camp milik Gunnison Copper. Pusat data menggunakan tembaga dalam berbagai aplikasi, termasuk kabel dan busbar listrik, gulungan pada transformator dan motor, papan sirkuit tercetak, dan pendingin pada prosesor.
Nuton juga memanfaatkan platform AWS untuk mensimulasikan kinerja pelindian tumpukan. Kemudian juga memasukkan analitik canggih ke dalam sistem pengambilan keputusan Nuton. Ini memungkinkan penggunaan asam dan air yang optimal sekaligus meningkatkan prediksi untuk pemulihan tembaga. Sistem bioleaching modularnya bekerja dengan mengekstrak tembaga dari bijih sulfida primer menggunakan mikroorganisme alami. Pendekatan ini, dikombinasikan dengan perangkat digital, memungkinkan penskalaan dan penyesuaian teknologi yang cepat untuk berbagai jenis bijih, mengurangi jalur dari konsep hingga produksi.
Proses ini menghasilkan katoda tembaga dengan kemurnian 99,99% di pintu masuk tambang dan menghilangkan kebutuhan akan konsentrator, peleburan, dan pemurnian tradisional. Dari proses ini secara signifikan memperpendek rantai pasokan dari tambang ke pasar. Nuton diproyeksikan menggunakan air yang jauh lebih sedikit dan memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan jalur pemrosesan konsentrator konvensional. Ini kemudian akan memulihkan nilai dari bijih yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai limbah.
“Kolaborasi ini merupakan contoh nyata bagaimana inovasi industri dan teknologi cloud dapat digabungkan untuk menghasilkan material yang lebih bersih dan rendah karbon dalam skala besar. Nuton telah membuktikan kemampuannya untuk dengan cepat beralih dari ide ke produksi industri, dan keahlian data dan analitik AWS akan membantu kami mempercepat optimasi dan verifikasi di seluruh operasi.”ungkap CEO Rio Tinto Copper, Katie Jackson.
Ia menambahkan, “Yang terpenting, dengan membawa tembaga Nuton ke dalam rantai pasokan pusat data AWS di AS, kami membantu memperkuat ketahanan domestik dan mengamankan material penting yang dibutuhkan fasilitas tersebut, lebih dekat ke tempat penggunaannya. Bersama-sama kita dapat memasok tembaga yang penting untuk infrastruktur data modern sekaligus menunjukkan bagaimana pertambangan dapat berkontribusi pada rantai pasokan yang lebih berkelanjutan.”tambahnya.
Sementara Chief Sustainability Officer Amazon, Kara Hurst menjelaskan tujuan komitmen untuk mencapai nol emisi karbon. “Tujuan Komitmen Iklim Amazon untuk mencapai nol emisi karbon bersih pada tahun 2040 mengharuskan kami untuk berinovasi di setiap bagian operasi kami, termasuk bagaimana kami mendapatkan bahan-bahan yang mendukung infrastruktur kami,”tandasnya.
Ia menambahkan, “Kolaborasi dengan Nuton Technology ini mewakili terobosan yang tepat yang kami butuhkan—pendekatan yang fundamentally berbeda terhadap produksi tembaga yang membantu mengurangi emisi karbon dan penggunaan air. Seiring kami terus berinvestasi dalam teknologi energi bebas karbon generasi berikutnya dan memperluas operasi pusat data kami. Perusahaan juga mengamankan akses ke material rendah karbon yang diproduksi di dekat rumah memperkuat ketahanan rantai pasokan kami dan kemampuan kami untuk melakukan dekarbonisasi dalam skala besar.”
Untuk diketahui, Tambang Johnson Camp milik Gunnison Copper di Arizona kini menjadi produsen tembaga primer dengan emisi karbon terendah di AS. Penilaian ini berdasarkan perhitungan dari tambang hingga logam olahan yang banyak digunakan oleh industri. Penilaian siklus hidup (LCA) pihak ketiga baru-baru ini telah mengkonfirmasi bahwa tembaga Nuton dari Johnson Camp diperkirakan memiliki jejak karbon penuh (Scope 1+2+3) hanya sebesar 2,82 kgCO₂e/kg Cu. Jejak karbon penuh dari tembaga primer bervariasi tergantung pada metode dan teknologi produksi, tetapi berkisar antara sekitar 1,5 hingga 8,0 kgCO₂e/kg Cu secara global.
Melalui pembelian 134.000 sertifikat energi terbarukan bersertifikasi Green-e Energy, Nuton memastikan 100% kebutuhan listrik lokasi tersebut sesuai dengan konsumsi listrik di lokasi. Selain itu, intensitas air diperkirakan sebesar 71 liter per kilogram tembaga, dibandingkan dengan perkiraan rata-rata industri global sekitar 130 liter per kilogram produksi tembaga¹ . Proyek ini menargetkan produksi sekitar 30.000 ton tembaga olahan selama periode pelaksanaan empat tahun







