Beranda Mineral Anak Usaha J Resources Tetap Fokus Kembangkan Pani

Anak Usaha J Resources Tetap Fokus Kembangkan Pani

Jakarta-TAMBANG. PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), anak usaha PT J Resources Asia Pacific, Tbk masih ingin berfokus mengembangkan proyek tambang emas Pani, Kabupaten Pohuwato. GSM, pemegang kontrak karya memiliki hak pengelolaan tambang di konsesi seluas 7000 hektare. Namun, ada tambahan 100 hektare milik pemengah IUP KUD Dharma Tani Marisa seluas 100 hektare.

 

Presiden Direktur GSM, Edi Permadi mengatakan, pihaknya mengutamakan untuk menggarap proyek Pani karena secara teknologi penambangan dan pengolahannya, GSM sudah cukup menguasai. “Satu teknologi priecing yakni hidrometalurgi kemudian ada beberapa macam di dalamnya. Kita cukup ahli di sini untuk mempercepat proses ekstrasi emas dalam batuan. Lalu kedua teknologi karbon seperti yang di Malaysia,” kata Edi ketika berdiskusi dengan awak media, Selasa, (18/11).

 

Menurut Edi, karakter bijih emas di blok Pani mirip dengan tambang-tambang milik J Resources di tempat lain. Soal permasalahan hukum yang saat ini sedang mendera KUD Dharma Tani, Edi meyakini bahwa kerjasama yang sudah dijalin antara KUD dan perusahaannya memiliki sandaran hukum yang jelas. Ia menegaskan, sebagai operator tambang yang berpengalaman, pihaknya tidak akan melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konstitusi.

 

“Itu (penyelewengan) resikonya tinggi dan kami diawasi berbagai instansi karena kami perusahaan terbuka. Kami harus punya tatanan hukum jelas sebelum investasi,” tegas Edi.

 

Selain blok Pani, GSM juga memiliki hak pengelolaan konsesi di wilayah lain seperti di Bolang Itang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, lalu konsesi di Bolang Idun, Sulawesi Tengah. “Untuk yang Bolang Itang kami baru mendapatkan izin pinjam pakai untuk ekspolorasi. Sedangkan untuk Bolang Idun masih belum bisa karena statusnya hutan lindung,” jelas Edi.

 

Di luar tiga konsesi itu, Edi menambahkan, perusahaannya juga sedang mendalami lebih dalam potensi emas di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Di wilayah itu, GSM menugaskan anak usahanya, PT ASA yang memiliki IUP untuk mengelola konsesi yang memiliki potensi 1,4 juta ounces emas itu.

 

Sebagai informasi, induk usaha GSM, J Resources Asia Pacific di tahun ini memiliki empat pabrik pengolahan yakni di Lanud dan Kuala Lipis, Malaysia. J Resources juga berhasil mengembangkan pembangunan pabrik pengolahan di Bakan dengan naman J Resources Bolang Mongondow dan di Kabupaten Nunukan oleh IUP PT Sago Prima Pratama.