Aneka Tambang (ANTAM) Tebar Dividen 100% kepada Pemegang Saham

Dividen ANTAM
Direktur Utama Antam, Nico Kanter (duduk) dan jajaran Direksi saat RUPST 2023.

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menebar dividen tunai 100 persen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2023. Pembagian dividen ini berasal dari laba bersih Tahun Buku 2023 yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Perusahaan.

Pembayaran dividen tunai tersebut, merupakan tindak lanjut atas hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ANTAM Tahun Buku 2023 yang dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2024.

Direktur Utama ANTAM, Nico Kanter mengatakan pembagian dividen ini merupakan apresiasi kepada para pemegang saham yang telah mendukung capaian kinerja Perusahaan pada tahun 2023. Dalam pembagian dividen, ANTAM senantiasa memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perusahaan.

Baca juga: Antam-PPSDM Sepakat Perpanjang Kerja Sama Penyidikan Mineral Logam

“ANTAM berkomitmen untuk senantiasa memberikan imbal hasil yang positif kepada pemegang saham melalui kinerja Perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Nico dalam keterangannya, dilansir Jumat (21/6).

Atas kinerja Tahun Buku 2023, Perusahaan telah membagikan dividen seluruhnya atau 100% kepada pemegang saham. Dividen per saham yaitu sebesar Rp128,0712 atau ekuivalen dengan Rp640,356 per CHESS Depository Interest (CDI) bagi pemegang CDI Perseroan di Australian Securities Exchange (ASX). Saham Perseroan di ASX diperdagangkan dalam bentuk CDI atau sertifikat penitipan efek ASX. Satu unit CDI ekuivalen dengan dan/atau dapat ditukar dengan lima saham Seri B Perseroan.

Sejalan dengan konsistensi Perusahaan dalam pembagian dividen ke pemegang saham, saham ANTAM tetap menjadi bagian dari Indeks IDX High Dividend 20 di Bursa Efek Indonesia untuk periode perdagangan Februari 2024 sampai dengan Februari 2025.

Indeks IDX High Dividend 20 merupakan Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 (tiga) tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi.

Artikel Terkait

Perhapi: Banjir Garoga Lebih Dipicu Anomali Curah Hujan Ekstrim, Kontribusi Sektor Tambang Sangat Minim

Perhapi: Banjir Garoga Lebih Dipicu Anomali Curah Hujan Ekstrim, Kontribusi Sektor Tambang Sangat Minim

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) menegaskan bahwa polemik dampak operasi penambangan terhadap bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara November lalu harus disikapi secara proporsional. Setiap keputusan harus bertumpu pada kajian ilmiah yang transparan dan terukur, agar keputusan pemerintah tepat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bencana banjir dan

By Egenius Soda