Beranda Korporasi Antam dan CNGR Tandatangani Framework Agreement Pengembangan Kawasan Hilirisasi Bijih Nikel

Antam dan CNGR Tandatangani Framework Agreement Pengembangan Kawasan Hilirisasi Bijih Nikel

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (Antam), anggota MIND ID BUMN Holding Industri Pertambangan melakukan penandatangan Framework Agreement (FA) dengan CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co., Ltd (CNGR).

Aksi korporasi ini dilaksanakan pada event B20 Investment Forum pada 11 November 2022 di Bali. Penandatanganan FA dilakukan oleh Chairman dan President CNGR, Deng Weiming dan Direktur Utama Antam, Nico Kanter.

Penandatangan FA sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Pendahuluan (Head of Agreement) untuk pembangunan dan pengembangan kawasan industri hilirisasi bijih nikel menjadi bahan baku baterai yang sebelumnya ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 5 Agustus 2022.

“Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat bisnis inti dan implementasi pengembangan energi yang ramah lingkungan,” ujar Nico dalam keterangannya, dikutip Kamis (17/11).

Dalam FA, Antam melalui anak perusahaannya PT Kawasan Industri Antam Timur (PT KIAT) akan membangun dan mengelola kawasan industri di area Izin Usaha Pertambangan Antam di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Sementara CNGR melalui anak perusahaannya, PT Pomalaa New Energy Material (PT PNEM) akan mengembangkan fasilitas pengolahan bijih nikel laterit menjadi nickel matte yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik dengan menggunakan teknologi OESBF (oxygen-enriched side-blown furnace)

Teknologi ini dimiliki oleh CNGR dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 80.000 ton nikel dalam produk nickel matte yang terbagi dalam dua fase pembangunan. PT PNEM selanjutnya akan menjadi tenant pada kawasan industri yang dikelola oleh PT KIAT.

Dalam sinergi ini, masing-masing CNGR dan Antam juga mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kepemilikan saham di masing-masing anak usaha yaitu PT PNEM dan PT KIAT.

Adapun pembangunan kawasan industri dan fasilitas pengolahan nikel direncanakan akan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2025. Sejalan dengan penyelesaian pembangunan smelter PT PNEM, Antam akan mendukung suplai kecukupan bahan baku pabrik bijih nikel laterit.

“Melalui penandatangan FA, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk nikel serta mendukung pengembangan penerapan energi hijau berbasis EV Battery melalui sinergi penerapan keunggulan teknologi dan sumber daya yang dimiliki oleh kedua belah pihak,” ujar dia.

.

Artikulli paraprakKuasa Hukum Bahana; Belum Mau Bayar Utang Ke Pemohon PKPU, Meratus Line Harusnya Pailit
Artikulli tjetërTerapkan K3 Perkantoran Tingkat Nasional, Elnusa Raih Penghargaan Mitra Bakti Husada 2022