ANTAM Kembali Targetkan Zero Fatality di 2023

ANTAM Kembali Targetkan Zero Fatality di 2023

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) berkomitmen untuk terus mengutamakan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lini operasi dan menargetkan untuk kembali mempertahankan zero fatality di tahun 2023.

Direktur Operasi dan Produksi ANTAM, I Dewa Wirantaya mengatakan perusahaan akan terus mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai bagian dari good mining practices.

“Sebagai Perusahaan yang bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya mineral Indonesia, ANTAM mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja yang merupakan bagian dari pelaksanaan good mining practices,” kata Dewa dalam keterangannya, dilansir Jumat (13/1).

Dalam gelaran Bulan K3 Nasional yang dilaksanakan pada 12 Januari -12 Februari 2023 dengan tema “Terwujudnya Pekerjaan Layak yang Berbudaya K3 Guna Mendukung Keberlangsungan Usaha di Setiap Tempat Kerja”, ANTAM melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan awareness mengenai keselamatan dan kesehatan kerja bagi pegawai dan mitra kerja.

Selain itu, Perusahaan juga melakukan berbagai kegiatan sosial oleh pegawai.

“Hal ini adalah mutlak bagi ANTAM. Sejalan dengan momentum menyambut Bulan K3 Nasional, Perusahaan juga terus melakukan peningkatan kompetensi dan pemahaman pelaksanaan K3 baik melalui ANTAM Safety Resilient maupun program pelatihan lainnya,” imbuhnya.

Sebagai upaya untuk mempertahankan zero fatality, ANTAM terus berupaya mencapai operation excellent dengan terus fokus pada target Perusahaan dengan mengutamakan keselamatan, kesehatan kerja, dan pengelolaan lingkungan. ANTAM terus berkomitmen memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa dan Negara melalui pelaksanaan operasional yang berkelanjutan.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda