APBI: Proyeksi Awal Batubara Indonesia Akan Habis Di 2033-2036

Jakarta-TAMBANG. Anjloknya harga batu bara dalam beberapa tahun terakhir ini berimbas pada kinerja perusahaan-perusahaan tambang. Dalam paparan Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) EBITDA dari emiten batu bara telah turun tajam. Jika di tahun 2011 EBITDA perusahaan tambang batu bara yang tercatat di pasar modal masih diangka US$6,5 miliar maka di tahun 2014 telah anjlok kurang lebih 60% menjadi US$2,6 miliar. “Berdasarkan informasi keuangan yang tersedia, EBITDA emiten batu bara juga turun sekitar 16% di tahun 2015,”kata Ketua Umum APBI, Pandu P Sjahrir saat menyampaikan hasil kajian bersama APBI-ICMA dan PricewaterhouseCoopers di Jakarta, Senin (7/3).

Keuntungan perusahaan tambang pun turun bahkan sampai pada titik terendah dan pengurangan produksi terpaksa dilakukan secara luas oleh perusahaan-perusahaan tambang yang memiliki struktur biaya produksi. Dengan kondisi yang demikian perusahaan melakukan berbagai langkah untuk bisa bertahan di masa suram ini. Efisiensi di segala lini dilakukan dan perusahaan pun lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan operasionalnya. Ini terlihat dari belanja modal yang terus mengalami penurunan. Jika di tahun 2012 perusahaan tambang mengeluarkan US$1,9 miliar sebagai belanja modal maka di 2015 perusahaan tambang hanya mengeluarkan US$0,4 miliar. Artinya terjadi penurunan kurang lebih 97%.

“Dari hasil survey yang kami lakukan penurunan ini masih akan berlanjut sekitar 10-20% di tahun 2016. Hal ini akan berimbas pada kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan batu bara relative terhenti,”kata Pandu.

Perusahaan pun akan menurunkan rata-rata nisbah kupas (stripping ratio) yang menurun dari 9,7x di tahun 2011 menjadi sekitar 7,5x di tahun 2014. Tren ini diperkirakan masih akan berlanjut di 2016. Sebagaimana diketahui dengan menurunkan rata-rata nisbah kupas yang berarti juga mengubah rencana penambangan dengan tujuan memperbaiki profitabilitas. Namun langkah ini akan mengurangi umur tambang dan juga ada sebagian cadangan batu bara yang tidak ditambang. “Dan karena ada potensi cadangan batu bara yang tidak ditambang akan menurunkan penerimaan pemerintah dari sektor ini,”terang Pandu.

Dan pada akhirnya ini akan mengurangi angka cadangan batu bara proven. Jika data Kementrian ESDM menyebutkan sekitar 32,3 miliar ton di 2014. Dari hasil survey atas beberapa perusahaan tambang telah terjadi penurunan cadangan batu bara mereka kurang lebih 29-40%. Ini karena penurunan harga batu bara. ‘Dengan demikian analisa kami, jumlah cadangan batu bara yang ada hanyalah 7,3-8,3 miliar ton pada akhir tahun 2015, jauh dibawah data Pemerintah,”kata Pandu.

Dari data-data inilah APBI membuat proyeksi awal yang menyebutkan bahwa cadangan batu bara Indonesia akan habis pada 2033-2036. “Hal ini kurang dari 20 tahun umur manfaat PLTU yang termasuk dalam program 35 ribu MW yang umumnya sekitar 25-30 tahun sejak beroperasi komersial,”pungkas Pandu. Untuk Pemerintah menurut Pandu perlu mengambil langkah strategis diataranya membuat sistem harga untuk batu bara dalam negeri khusus bagi keperluan PLTU.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin