API Dorong Industri Tingkatkan Tenaga Pengelasan Bersertifikasi Internasional

API Dorong Industri Tingkatkan Tenaga Pengelasan Bersertifikasi Internasional
IIW Annual Assembly & International Conference 2018 di Nusadua Bali

Jakarta, TAMBANG – Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) selaku organisasi yang mewadahi para pelaku industri pengelasan di Indonesia,  membuka jalan bagi para welder muda untuk menjadi tenaga profesional yang bersertifikat Internasional. Ada dua jalan yang diberikan oleh API, yaitu melalui kualifikasi dan sertifikasi.

 

Melalui event The 71st IIW Annual Assembly & International Conference 2018 (IIW Forum 2018), seluruh ahli dalam bidang welding dari 49 anggota IIW, telah membuat kesepakatan semua tenaga profesional yang telah bersertifikasi Internasional akan bisa diterima bekerja di perusahaan industri manapun baik di dalam negeri maupun di mancanegara.

 

“Sertifikasi internasional ini merupakan bukti bahwa tenaga profesional pengelasan tersebut benar-benar qualified di bidang pengelasan,” kata Presiden Asosiasi Pengelasan Indonesia (API), Achdiat Atmawinata, Jumat (20/7).

 

Hal menarik dari IIW Forum 2018 kali ini yaitu,  skema kualifikasi bisa diintegrasikan dengan pendidikan formal, baik itu di tingkat pendidikan formal seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau di institusi pendidikan yang lebih tinggi. Saat ini, International Institute of Welding (IIW) sedang membuat wacana agar tingkat SMK pun bisa mendapatkan diploma dan sertifikat internasional.

 

Sementara untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi, para peserta akan mendapatkan jenjang yang lebih tinggi pula. Misalnya level Welding inspector dan atau Welding Engineer yang nantinya akan sangat membantu pemerintah dalam menyediakan tenaga kerja yang mempunyai skill berkualitas dan bertaraf internasional.

 

API juga menyadari, realisasi rencana ini akan membutuhkan waktu karena perlu perubahan dari kurikulum yang sudah ada. Selain itu, salah satu hal yang juga menjadi perhatian adalah terkait kemampuan berbahasa asing, karena tenaga profesional yang dimaksud di atas, dituntut untuk menguasai bahasa asing agar bisa diterima di industri mancanegara.

 

Achdiat Atmawinata menjelaskan, ada beberapa tingkatan atau jenjang tenaga profesional pengelasan mulai dari entry level international welder, international welding practitioner (supervisor welder), international welding inspector ( juru periksa), international welding specialist, international welding technologist dan jenjang yang paling tinggi adalah welding engineer. Pada saat ini diperkirakan jumlah welder di Indonesia berada di kisaran lebih dari 1 juta orang sementara jumlah welder engineer lebih dari 1.500 orang.

 

“Kami mendorong pihak Industri-industri untuk memberikan ruang kepada para tenaga profesional yang bersertifikasi internasional ini. Dengan didukung oleh tenaga profesional yang berkompeten dan bersertifikasi, maka produk barang yang dihasilkan industri bisa memiliki kualitas baik, kualitas perusahaan pun akan ikut meningkat, penetrasi pasar bisa masuk ke taraf internasional, dan lain  sebagainya. Ini tentu akan menjadi added value bagi perusahaan. Oleh karena itu kami menekankan, pentingnya meningkatkan kemampuan tenaga profesional ini untuk sampai ke sertifikasi internasional. Dalam event IIW Forum 2018 ini, kita tidak hanya melihat hasil dari product-oriented saja tetapi juga melihat process-oriented,” jelas Achdiat di sela-sela acara The 71st IIW Annual Assembly & International Conference 2018 (IIW Forum 2018) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.

 

Sementara itu, Chairman of the Organising Committee International Institute of Welding (IIW) Forum 2018, Edi Diarman Djasman mengatakan, kegiatan IIW Forum 2018 mendapatkan respon yang luar biasa dari komunitas pengelasan baik lokal maupun mancanegara. Hal ini terbukti dari banyaknya peserta yang hadir dalam acara ini.

 

“Sampai dengan saat ini, kami mencatat sebanyak 730 peserta yang merupakan tenaga profesional dari 47 negara yang ikut ambil bagian dalam acara IIW Forum 2018 ini,” ujar Edi.

 

Ia juga menyatakan IIW Forum 2018 akan membahas dan memperkenalkan berbagai perkembangan teknologi terbaru di bidang pengelasan, termasuk penggunaan teknologi laser. Perkembangan teknologi terbaru dunia pengelasan akan dibahas dalam berbagai sesi konferensi serta melalui pameran yang digelar selama acara berlangsung.

 

IIW Forum 2018 mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang ikut berharap industri pengelasan nasional bisa terus berkembang. “Pemerintah ikut mendukung agar industri pengelasan Indonesia bisa terus berkembang agar bisa mendukung kemajuan industri di dalam negeri dan berperan lebih di tingkat internasional,” pungkas Edi.

 

 


Artikel Lain
Close
Close