ASEAN Soroti Pentingnya Pemetaan Komoditas Mineral Kritis

ASEAN Mineral kritis
Foto bersama delegasi 24th ASEAN Senior Officials Meeting on Minerals (ASOMM) and Its Associated Meetings di Sanur, Bali, 18-22 November 2024. Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Denpasar, TAMBANG – Negara-negara ASEAN menyoroti pentingnya pemetaan komoditas mineral kritis untuk keberlanjutan di masa mendatang. Hal tersebut menjadi salah satu kesimpulan 24th ASEAN Senior Officials Meeting on Minerals (ASOMM) and Its Associated Meetings di Sanur, Bali, 18-22 November 2024.

“Sekarang lebih kepada critical mineralnya. Jadi nanti critical mineral dikemas dalam suatu peta untuk di Asia Tenggara,” ungkap Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno yang juga menjadi Pimpinan Sidang ASOMM di sela-sela pertemuan kepada tambang.co.id.

Pemetaan sejumlah komoditas mineral kritis tersebut menurut Tri akan dirumuskan melalui ASEAN Mineral Information System (AMIS) yang akan diupdate oleh ASEAN Secretariat.

“(Pemetaannya) lewat AMIS (ASEAN Mineral Information System), terus kemudian nanti diupdate oleh ASEAN Secretariat,” imbuh Tri Winarno.

Tri menjelaskan, tiap negara memiliki kriteria berbeda-beda dalam menentukan mineral kritis, termasuk di Asia Tenggara. Prinsipnya, imbuh Tri, mineral kritis merupakan mineral yang mampu untuk menopang keberlanjutan dan ketahanan suatu negara.

Director General of Mineral and Coal, MEMR, Republic of Indonesia and Chair of ASOMM, Tri Winarno.

“Jadi critical mineral itu depend on the country. Jadi negara itu memiliki kekuatan di mana, itulah jadinya critical dan stratejik mineral itu ada di masing-masing negara, bisa berbeda-beda,” jelas Tri.

Mineral Kritis Makin Dilirik ASEAN, ESDM: untuk Dukung Masa Transisi Energi

Sebelumnya, pemetaan mineral kritis menjadi pembahasan utama juga pada ASEAN Energy Business Forum (AEBF) bertajuk ‘Critical Minerals: Opportunities and Challenges For ASEAN’ di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat, 25 Agustus 2023.

Mineral kritis memiliki peran sangat vital dan strategis bagi seluruh negara termasuk ASEAN guna mendukung teknologi di era transisi energi dari energi fosil menuju energi terbarukan yang ramah lingkungan. Mineral kritis juga memiliki nilai yang sangat tinggi karena sulit ditemukan, diekstraksi dalam jumlah yang ekonomis, serta tidak mudah digantikan dengan logam atau bahan lain.

Di Indonesia, sudah ditetapkan 47 jenis komoditas tambang yang masuk ke dalam klasifikasi mineral kritis. Keputusan tersebut dituangkan melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 296.K/MB.01/MEM.B/2023. Dalam kepmen ini, Mineral Kritis diartikan sebagai mineral yang mempunyai kegunaan penting untuk perekonomian nasional dan pertahanan keamanan negara yang memiliki potensi gangguan pasokan dan tidak memiliki pengganti yang layak.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin