Beranda Home Slide Awal April Perusahaan Teknologi Smelter Kunjungi Papua

Awal April Perusahaan Teknologi Smelter Kunjungi Papua

Jakarta-TAMBANG. Salah satu perusahaan teknologi smelter asal Tiongkok, China Nonferrous Engineering and Research Institute (ENFI) berencana meninjau lokasi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga katoda di Papua awal April 2015.

 

Dirjen Mineral dan Batubara,R. Sukhyar mengatakan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari ketertarikan perusahaan asal China itu untuk berinvestasi pembangunan smelter tembaga katoda berkapasitas 900.000 ton konsentrat di Timika, Papua.

 

“Saya bertemu mereka pekan lalu. Kita menanyakan apa yang mereka pernah lakukan di Indonesia. Bulan depan, mereka akan ke Indonesia melihat lokasi Papua,” kata Sukhyar (17/3).

 

Menurut Sukhyar ENFI menganggap pembangunan di Papua jauh lebih menantang daripada 23 smelter tembaga katoda yang telah mereka bangun di China, Chili, dan Zambia. Pasalnya, di Papua belum tersedia infrastruktur dan industri penunjang. Ia menjagokan ENFI ketimbang perusahaan lain.

 

Ketimbang pesaingnya seperti Australia Smelting (Ausmelt) dan Mitsubishi, ENFI kata Sukhyar lebih banyak melakukan pengembangan teknologi. Nilai lebihnya teknologi dari ENFI jauh lebih murah 65% hingga 70%.

 

“Yang membuat murah karena mereka sudah membuat banyak sehingga lebih biasa masif,” katanya.

 

Seperti diketahui, untuk mewujudkan smelter Papua, Gubernur Papua Lukas Enembe telah menyiapkan lokasi lahan sejak tahun lalu. Pemda Papua bukan hanya menyiapkan lahan namun juga menyiapkan dana dan berharap Pemerintah Pusat juga ikut membantu.

 

Sebagai tahap awal lahan seluas 2.000 hektar di daerah sekitar Poumako yang berdekatan dengan pelabuhan konsentrat Freeport di Amamapare sudah disiapkan.  Selain untuk lokasi smelter tembaga katoda, lahan itu juga diperuntukkan bagi kawasan industri di wilayah Papua. Misalnya, pabrik pengepakan semen.  “Untuk smelter, harapan kami sebenarnya Freeport ikut investasi di smelter, tetapi mereka maunya cuma memasok konsentrat saja,” ujarnya.