Bambang Setiawan Terima Penghargaan Tokoh Jasa Pertambangan di TTJP 2026
Bambang Setiawan menerima penghargaan Tokoh Jasa Pertambangan dalam rangkaian kegiatan Temu Tahunan Jasa Pertambangan (TTJP) 2026.
Jakarta, TAMBANG – Bambang Setiawan menerima penghargaan Tokoh Jasa Pertambangan dalam rangkaian kegiatan Temu Tahunan Jasa Pertambangan (TTJP) 2026 yang berlangsung di Badung, Bali, Jumat (22/5).
Penghargaan tersebut diberikan oleh Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) sebagai bentuk penghormatan atas kiprah dan pengabdiannya dalam mendorong kemajuan industri pertambangan nasional, khususnya dalam pembentukan tata kelola sektor mineral dan batu bara di Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia, Ari Sutrisno, mengatakan penganugerahan penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusinya yang panjang bagi perkembangan industri jasa pertambangan di Indonesia. Menurutnya, sosok Bambang Setiawan telah menjadi teladan dan sumber pembelajaran bagi pelaku usaha jasa pertambangan nasional.
“Kami menganugerahkan penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa, dedikasi, dan kontribusi beliau yang tidak pernah berhenti dalam mendukung perkembangan usaha jasa pertambangan di Indonesia. Beliau juga telah memberikan pengabdian yang besar bagi kemajuan sektor pertambangan nasional,” ujar Ari Sutrisno.
Ari menambahkan, Bambang Setiawan merupakan figur yang sangat dihormati di kalangan industri pertambangan karena konsistensinya dalam mendorong tata kelola sektor mineral dan batu bara yang lebih baik. “Beliau menjadi role model yang sangat baik dan tempat belajar bagi kami semua, khususnya bagi pelaku usaha jasa pertambangan,” katanya.
Bambang Setiawan memiliki kontribusi besar dalam proses reformasi sektor pertambangan nasional, termasuk keterlibatannya dalam lahirnya Undang-Undang Minerba Tahun 2009 yang menjadi dasar perubahan tata kelola industri pertambangan di Indonesia.
Pria kelahiran Bandung, 21 Maret 1951 itu merupakan lulusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung dan memperoleh gelar insinyur pada 1976. Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Paris, Prancis, hingga meraih gelar doktor pada 1993.
Kariernya di sektor mineral dan batu bara telah berlangsung selama puluhan tahun. Bambang Setiawan juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM pada periode 2008–2011.
Dalam masa transformasi industri pertambangan nasional, ia dikenal berperan dalam mendorong penguatan tata kelola sektor minerba, termasuk memperkuat posisi usaha jasa pertambangan sebagai bagian penting dalam peningkatan profesionalisme dan efisiensi industri pertambangan nasional.
Usai menyelesaikan pengabdiannya di pemerintahan, Bambang Setiawan tetap aktif memberikan kontribusi melalui berbagai posisi strategis di perusahaan pertambangan dan energi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam agenda penganugerahan Indonesia Mining Services Awards 2025 yang dihadiri pelaku industri pertambangan, perusahaan jasa pertambangan, asosiasi, serta para pemangku kepentingan sektor minerba dari berbagai wilayah di Indonesia.
Bambang Setiawan mengaku terharu dan tidak menyangka menerima penghargaan Tokoh Jasa Pertambangan Nasional dalam rangkaian Temu Tahunan Jasa Pertambangan 2026. Menurutnya, seluruh pengabdian yang selama ini dilakukan di sektor pertambangan semata-mata merupakan amanah dalam menjalankan tugas.
“Saya sangat berterima kasih atas penghargaan yang begitu tinggi ini. Sejujurnya, saya tidak pernah menyangka akan menerima penghargaan ini karena sebelumnya juga tidak ada bocoran apa pun,” ujar Bambang Setiawan.
Ia mengatakan dirinya tidak pernah merasa telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi dunia pertambangan nasional. “Saya pernah menjadi pejabat, tetapi apa yang saya lakukan rasanya hanyalah menjalankan amanah dan tugas sebagaimana mestinya. Saya tidak pernah merasa telah berbuat sesuatu yang besar, karena itu saya sangat terharu,” katanya.
Bambang menambahkan, masih banyak tokoh lain yang dinilainya memiliki kontribusi besar bagi sektor pertambangan Indonesia. Meski demikian, ia tetap bersyukur dan mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepadanya.
“Kalau apa yang selama ini saya lakukan dianggap baik, bagi saya itu sesuatu yang biasa saja. Masih banyak orang lain yang lebih baik dari saya. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas penghargaan yang diberikan kepada saya. Saya berharap kebaikan bapak-bapak semua mendapat balasan berlipat ganda dari Allah SWT,” tuturnya.
TTJP 2026 mengusung tema “Accelerating the Mining Ecosystem: Market Trends, Operational Readiness, and Growth Pathways,” sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan ketahanan ekosistem industri pertambangan nasional. Kegiatan ini diselenggarakan oleh ASPINDO bersama Majalah TAMBANG pada 22–23 Mei 2026 di Bali.