Beranda Korporasi Bangun TBRC, Target Produksi Antam Bertambah

Bangun TBRC, Target Produksi Antam Bertambah

Jakarta-TAMBANG. Perusahaan tambang plat merah, PT Antam (Persero) Tbk meresmikan fasilitas Top Blown Rotary Converter (TBRC) yang dapat mengekstraksi logam emas dan logam-logam berharga lainnya seperti selenium, paladium, platinum dan lain-lain dari produk anode slime.

 

Direktur Operasi Antam, Tedy Badrujaman mengatakan, peresmian fasilitas ini merupakan salah satu upaya ekspansi bisnis Antam di komoditas emas. Melalui pengoperasian TBRC, Antam akan memberikan nilai tambah dari anode slime melalui pengolahan di dalam negeri.

 

“Pengoperasian TBRC juga merefleksikan strategi Antam dalam mengintensifkan pendapatan dari komoditas emas,” kata Tedy, Senin (19/01).

 

Tedy menuturkan, fasilitas TBRC dengan nilai proyek US$ 500 ribu ini mampu mengolah 500 ton anode slime per tahun. Dengan asumsi rata-rata kandungan logam emas 1% di setiap ton anode slime, Antam akan mendapatkan tambahan 5 ton emas.

 

Tambahan emas itu di luar produksi yang sudah ada saat ini yang berasal dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung. Produksi emas Antam pada 2013 mencapai 2.562 kg, di mana 1.722 kg berasal dari tambang Pongkor dan 840 kg dari tambang Cibaliung.

 

“Di masa depan ANTAM berencana untuk meningkatkan kapasitas pengolahan menjadi 2.000 ton anode slime per tahun untuk meningkatkan volume ekstraksi emas,” ujarnya.

 

Dikatakannya selama ini anode slime langsung diekspor keluar negeri sehingga dengan dilakukan pengolahan di dalam negeri akan berujung pada peningkatan pendapatan negara.

 

Melalui peresmian fasilitas TBRC, Antam berharap adanya dukungan dari pemerintah terutama dalam hal pengenaan PPN mengingat proyek anode slime merupakan salah satu proyek strategis Antam sebagai salah satu katalisator industri nasional.