Beranda Batubara Batu Bara Australia: Harga Turun, Pangsa Naik

Batu Bara Australia: Harga Turun, Pangsa Naik

SIDNEY, TAMBANG. AUSTRALIA diuntungkan oleh biaya produksi batu bara yang tinggi di Amerika Serikat dan Kanada. Menurut lembaga konsultasi sumber daya alam Wood Mckanzie, diperkirakan pada 2015 ini pangsa pasar batu bara Australia akan naik.

 

Koran Sidney Morning Herald melaporkan, sektor batu bara Australia terpukul oleh jatuhnya harga batu bara untuk pembangkit listrik dan untuk pembuatan logam. Namun, depresiasi dolar Australia, jatuhnya harga minyak, serta pemotongan ongkos produksi membuat tambang Australia posisinya cukup bagus ketimbang pesaingnya di Amerika.

 

Rory Simington, analis utama batu bara Asia Pasifik di kantor Wood Mackenzie mengatakan, permintaan terhadap batu bara untuk keperluan metalurgi pada 2014 berkurang sebanyak 8 juta ton. Namun, ekspor Australia justru naik sekitar 14 juta ton, membuat pangsa pasar ekspor Australia bertambah, dari 58% menjadi 64%.

 

‘’Australia adalah pemain penting di batu bara metalurgi dan batu bara termal,’’ kata Simington.

 

‘’Kualitas produk batu bara Australia memungkinkan kami untuk mengganti pasokan dari Amerika, Kanada, dan Indonesia. Kecenderungan ini akan terus berlanjut berkat perbaikan di operasional tambang serta depresiasi mata uang,’’ kata Rory Simington.

 

Namun, Wood Mackenzie menilai, secara umum pasar batu bara tahun ini akan melemah. Di saat situasi masih belum pulih, pasokan tetap kuat.

 

Tambahan pasokan itu antara lain datang dari perusahaan tambang batu bara milik perusahaan Brazil, Vale, yang beroperasi di Mozambique, Afrika. Perusahaan ini berhasil melakukan penghematan biaya. Pemangkasan biaya membuat banyak perusahaan tambang menghindari penutupan.

 

Salah satu hal yang membuat perusahaan ini tetap beroperasi adalah faktor klausul dalam penyewaan pelabuhan dan jalan kereta api untuk pengangkutan hasil tambang. Di Australia, beberapa tambang bekerja dengan persyaratan ‘’ambil’’ atau ‘’bayar’’. Dipakai atau tidak dipakai, penambang tetap harus membayar biaya sewa jalan dan pelabuhan. Itu yang membuat mereka tetap berproduksi meski merugi, agar bisa membayar sewa.

 

Cina masih menjadi bola liar dalam pasar batu bara. Permintaan terhadap batu bara impor berkurang, di sisi lain Cina ingin menggenjot produksi lokal.

 

Foto: Tambang batu bara di Australia.  Sumber: econews.com.au

Artikulli paraprakDPR Sepakati RAPBN-P Kementerian ESDM
Artikulli tjetërHarga Minyak Bisa Menembus US$20 per barel