Beranda Batubara Batu Bara: India Segera Jadi Importir Terbesar

Batu Bara: India Segera Jadi Importir Terbesar

 

New Delhi, TAMBANG. SELAMA sepuluh tahun terakhir, India menjadi salah satu tujuan utama pasar batu bara. Pertumbuhan permintaan tumbuh sekitar 25% setahun. Dewasa ini, sekitar 150 juta ton batu bara yang diimpor. Pasar impor India cukup besar, sekitar 16% dari total pasar ekspor dunia yang mencapai 915 juta ton.

 

Koran India, The Hindu, dalam terbitannya kemarin menyatakan, meski India juga merupakan produsen batu bara yang besar, tetapi kualitas produknya tidak bagus. Kadar abunya lebih dari 30%. Perusahaan pembangkit listrik harus mencampur batu bara produksi lokal dengan impor, untuk meningkatkan kualitas.

 

Impor batu bara oleh India pada tahun 2000 hanya 25 juta ton. Pada 2009 angkanya menjadi 50 juta ton, 100 juta ton pada 2012, 150 juta ton pada 2014. Tiga tahun berturut-turut ini angkanya diperkirakan 165 juta ton, 180 juta ton, dan 190 juta ton pada 2017.

 

Pada saat yang sama, produksi batu bara termal domestik akan naik 30 juta ton per tahun. Pada 2014 ini, produksi lokal mencapai 510 juta ton.

Selama bertahun-tahun, pertumbuhan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara telah melewati pertumbuhan pembangkit dengan bahan bakar yang lain. Pasokan dari produksi lokal tidak secepat pertumbuhan permintaan.

 

Pada 2018, India akan mengambilalih peran Cina sebagai importir terbesar, sekitar 200 juta ton, atau seperlima dari batu bara ekspor dunia. Menurut Kementerian Batu Bara India, meski India memiliki cadangan batu bara yang cukup, lebih dari 300 miliar ton masuk kategori sumber daya, dan 125 miliar ton cadangan terbukti, produksi lokal belum bisa mencukupi kebutuhan. Sisanya ditutup oleh produk impor.

 

Pertambahan produksi batu bara lokal terhalang oleh sulitnya pembebasan lahan, kondisi tambang yang sulit, susahnya mendapat izin lingkungan dan izin pinjam pakai hutan. Infrastruktur yang buruk menjadi faktor penghambat lainnya.

 

Bagi eksportir batu bara seperti Indonesia, Afrika Selatan, dan Australia, India menjadi penyelamat di saat Cina mempersulit masuknya batu bara luar. India akan menjadi pembeli terbesar, menggantikan posisi Cina, yang selama sepuluh tahun lebih menjadi pembeli siaga.

 

Foto: Tambang batu bara di India.  Sumber: www.sify.com

Artikulli paraprakPLN Lelang Pengadaan LNG Untuk Listrik
Artikulli tjetërHarga Rata-Rata Minyak Mentah Indonesia Turun