BBM Satu Harga Perlu Didukung Penguatan Hulu Migas

BBM Satu Harga Perlu Didukung Penguatan Hulu Migas
Diskusi dan Buka Puasa Bersama 'Oil and Gas Inspiring Talk' di Jakarta, Selasa (5/6)
Jakarta, TAMBANG – Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang dicanangkan sejak2017, berjalan cukup lancar dan relatif tidak ada hambatan signifikan. Hanya saja, program yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini, masih  perlu didukung penguatan sektor hulu demi keberlanjutannya di masa mendatang.   Statistik BPH Migas mencatat,  dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2006-2017) terjadi kenaikan sebesar 25 persen.  Pada tahun 2006 konsumsi BBM 61 ribu juta kilo liter, sedangkan di tahun 2017 meningkat menjadi 77 ribu juta kilo liter atau ekuivalen sekitar 1,6 juta barel minyak mentah per hari.   Di sisi lain, kemampuan memproduksi minyak dan mengolah dalm negeri masih terbatas. Produksi minyak mentah Indonesia saat ini berkisar di 800 ribu barel per hari. Lapangan minyak Indonesia mayoritas adalah lapangan tua.   “Di sisi hulu Pemerintah telah memberikan beberapa wilayah kerja terminasi ke Pertamina. Diproyeksikan porsi kontribusi Pertamina terhadap produksi migas nasional akan meningkat dari 23 persen di tahun 2017 ke sekitar 39 persen di tahun 2020,” kata Praktisi Profesional Komunitas Migas Indonesia (KMI), Sampe L Purba dalam acara bertajuk ‘Oil and Gas Inspiring Talk’ di Jakarta, Selasa (5/6).   Di sisi lainnya, Praktisi Migas Senior, Suyitno Patmosukismo mengkritik skema Gross Split di sektor hulu Migas. Menurutnya, Gross Split tidak akan menarik minat investor untuk melakukan eksplorasi di Indonesia.   “Ada satu hal mengenai perkembangan Gross Split, kalau di WK (wilayah kerja) yang terminasi di situ ada slotnya Gross  Split karena dia sudah produksi. Tapi kalau untuk eksplorasi, saya jamin Gross Split ini tidak akan laku,” beber pria yang pernah menjabat sebagai Dirjen Migas itu.   Tapi, hal ini dibantah oleh Dirjen Migas, Djoko Siswanto yang juga hadir dalam acara tersebut. Kata Djoko, sejak pertama digulirkan, 9 WK baru sudah laku dengan skema Gross Split.   “Dulu pernah kita coba kurangi pajak, (WK) belum laku, lalu ditambah gross-nya tak laku juga. Nah ini dengan Gross Split sudah laku 9 WK baru,” ujar Djoko.   Untuk menguatkan produksi Migas, sambung Djoko, pemerintah terus mendorong Pertamina untuk mengelola blok-blok besar yang kontraknya akan segera berakhir. Selain itu, keberadaan sumur tua juga diminta untuk kembali dipulihkan lagi.

Artikel Terkait

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

LOVOL Heavy Industry tampil menonjol di Mining Indonesia dengan solusi pertambangan terintegrasi yang mencakup proses penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan. Didukung portofolio alat berat yang beragam, desain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, serta pengalaman dalam teknologi energi baru.

By Fahmi Adam
Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda
Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site Indominco bersama PT Indominco Mandiri (IMM) mengajak puluhan pelajar mengenal pertanian dan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan tanam padi organik di Kawasan Wisata Sawah Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. Mengusung tema “Bersinergi untuk Bumi, Pendidikan, dan Masa Depan yang Berkelanjutan”

By Rian Wahyuddin