Beralih ke Tambang Bawah Tanah, Freeport Target Produksi 60 Juta Ton

Beralih ke Tambang Bawah Tanah, Freeport Target Produksi 60 Juta Ton

Jakarta, TAMBANG – PT Freeport Indonesia akan masuk ke tambang bawah tanah dan meninggalkan tambang terbuka . Perubahan ini memicu kenaikan target produksi tahun 2021 menjadi 60 juta ton.

 

Tahun 2019 ini menurut Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia , Tony Wenas, saat ini produksi bijih (ore) sebesar 41 juta ton . Diharapkan pada tahun 2020 akan naik tidak jauh berbeda dengan 2019 dan tahun 2021 meningkat mendekati 60 juta ton.

 

“Tahun ini kami menghentikan tambang terbuka  dan beralih ke tambang bawah tanah. Kami masih menambang beberapa cadangan open pit tapi tidak ada aktifitas tambang di bawahnya ,” kata Tony Wenas di Jakarta, Rabu (27/2)

 

Selain itu, Tony juga membeberkan cadangan potensi tembaga di Papua masih banyak dan mampu melampaui hingga tahun 2041 nanti, dengan perhitungan rata-rata potensi 150 ribu ton.

 

“Kita memperkirakan ada cadangan hingga beberapa puluh tahun lagi. Tapi pada dasarnya sumber daya yang ada disana bisa melalmpaun tahun 2041,” ujar Tony.

 

Sementara itu, Direktur Mining and Metals Industry Indonesia (MMI) Inalum, Ratih Amri, mendorong Freeport untuk terus  lebih giat eksplorasi. Meski sesuai dengan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) hanya sampai tahun 2041, namun Inalum mendorong agar tidak terbatas oleh waktu.

 

“Jangan dibatasi jangka waktu, tapi dikaitkan dengan kondisi cadangan. Contohnya di Freeport masih ada kandungan, tidak sebatas berlakunya IUP-IUPK,” kata Ratih Amri.

 


Close
Close