Berganti Jadi FutureCoal, World Coal Association Bangun Aliansi Global Untuk Batu bara Berkelanjutan

Berganti Jadi FutureCoal, World Coal Association Bangun Aliansi Global Untuk Batu bara Berkelanjutan
sumber: Futurecoal.org

Jakarta,TAMBANG,- Setelah 38 tahun, Asosiasi Batubara Dunia (WCA) akan bertransformasi dan berganti nama menjadi FutureCoal – Aliansi Global untuk Batu bara Berkelanjutan. Tidak hanya berganti nama tetapi juga berganti logo yang diperkenalkan dalam event batu bara di New Delhi, India.

Di kesempatan itu Chief Executive FutureCoal, Michelle Manook mengatakan perubahan tersebut merupakan respons terhadap seruan dari sektor batu bara dan sektor-sektor yang terkait dengan batu bara untuk melakukan modernisasi, dan bersatu dalam tujuan yang sama.

Organisasi FutureCoal kini akan membuka pintunya untuk mewakili para pemain utama dan strategis di seluruh rantai nilai batu bara. Lembaga ini akan mengadvokasi kerangka kebijakan internasional yang inklusif tentang semua bahan bakar dan semua teknologi untuk mendukung hak kedaulatan semua negara penghasil dan konsumen batu bara. Juga negara-negara dan pemangku kepentingan yang benar-benar berupaya mendukung hak-hak tersebut.

“Sudah terlalu lama rantai nilai batu bara global kita membiarkan sentimen anti-batu bara mendominasi dan memecah-belah kita, yang mengakibatkan turunnya IQ batu bara global. Hal ini telah mengurangi kapasitas dan kemajuan di banyak negara berkembang dan negara berkembang yang rentan, namun sekarang kita juga melihat kemajuan di beberapa negara maju,”ungkap Michelle.

Ia menerangkan, FutureCoal mungkin tampak berani bagi sebagian orang, namun bagi sebagian besar orang, hal ini hanyalah representasi dari kenyataan yang dihadapi. “Kontribusi total batu bara terhadap masyarakat modern dan pertumbuhan populasi global tidak boleh diabaikan atau diabaikan. Batu bara, dan lebih khusus lagi, definisi yang lebih luas mengenai solusi batu bara yang dikurangi sudah ada dan akan dibutuhkan dalam setiap transisi energi. Sumber daya penting ini merupakan partisipan sah dalam pembangunan ekonomi dan pengurangan emisi,”ungkapnya lagi.

FutureCoal Global Alliance akan menanamkan transformasi ini melalui Sustainable Coal Stewardship (SCS). Platform SCS memungkinkan negara-negara berbasis batu bara seperti India dan Tiongkok serta negara-negara yang berpikiran sama, dan perusahaan-perusahaan untuk membentuk kolaborasi guna memajukan industri rantai nilai batu bara internasional yang progresif dan berbasis teknologi serta solusi.

Ms Manook menambahkan bahwa “Total kontribusi yang dihasilkan oleh rantai nilai batubara di berbagai sektor termasuk listrik, baja, semen, aluminium, bahan kimia, dan infrastruktur energi terbarukan mencapai ratusan miliar dan merupakan rantai pasokan global yang saling berhubungan. Hal ini tidak dapat diabaikan, namun hal ini hanya dapat diamankan jika rantai nilai kita mengakui bahwa perubahan harus terjadi. Jika kita ingin bertanggung jawab, kita harus inklusif dan bersatu dalam tujuan bersama.

Ia menambahkan, “Kami paham bahwa kami harus muncul dan menunjukkan rantai nilai batubara UNITED yang modern, inovatif, dan berbasis teknologi, dengan fokus untuk terus memberikan kontribusi besar di masa depan terhadap kehidupan dan penghidupan masyarakat.”

Banyak negara penghasil dan konsumen batu bara, pemerintah, industri dan investor telah mengisyaratkan niat mereka untuk secara resmi bergabung dan organisasi global FutureCoal.

“Anda telah bertanya, dan kami telah menjawabnya. Platform untuk berkolaborasi, demi kepentingan terbaik komunitas global kita, kini hadir – di FutureCoal. Para pemimpin warisan baru ini memahami bahwa ini adalah tanggung jawab kita terhadap masa depan. Bahwa masa depan ini ada di hadapan kita. Dan masa depan ini adalah sekarang.””ungkap Ketua FutureCoal July Ndlovu.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin