Berikut Kinerja Rio Tinto Di Sepanjang 2022

Berikut Kinerja Rio Tinto Di Sepanjang 2022

Jakarta,TAMBANG,-Perusahaan tambang multinasional Rio Tinto telah menyampaikan kinerja kuartal IV tahun 2022. Saat membuka laporannya, Chief Executive Rio Tinto Jakob Stausholm menyampaikan capaian operasi yang luar biasa. “Kami bebas dari kejadian fatality selama empat tahun berturut-turut, karena kami terus mengutamakan keselamatan dalam segala hal yang kami lakukan. Sejumlah rekor operasional dicapai pada paruh kedua di seluruh tambang bijih besi dan sistem kereta api Pilbara,”terang Jakob.

Ia juga menjelaskan bahwa penerapan Sistem Produksi yang aman di semua lingkup kerja perusahaan telah menghasilkan peningkatan kinerja di lokasi tersebut dan produksi keseluruhan lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 di semua komoditas, kecuali aluminium dan alumina.

Di tahun 2022, Rio Tinto berhasil merampungkan akuisisi Turquoise Hill Resources. Aksi korporaksi ini diyakini akan memperkuat portofolio tembaga perusahaan dan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mengalokasikan modal dengan disiplin demi tumbuh dalam material yang dibutuhkan dunia untuk transisi energi. Akuisisi ini juga diyakini akan memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

“Kami terus berinvestasi demi pertumbuhan di masa depan, memajukan proyek litium Rincon di Argentina, dan bekerja sama dengan mitra kami untuk memajukan proyek Simandou di Guinea,”terang Jakob lagi.

Ia pun menambahkan, “Kami terus bekerja keras untuk mengubah budaya kami dan berinvestasi dalam kemitraan sejati. Saya bangga bahwa kami telah mencapai kesepakatan baru dengan masyarakat Yindjibarndi dan Puutu Kunti Kurrama dan Pinikura di Australia, dan masyarakat Pekuakamiulnuatsh di Kanada,”ujar Jakob.

Sebagaimana diketahui pada 16 Desember silam Rio Tinto telah menyelesaikan akuisisi Turquoise Hill Resources Ltd dengan nilai sekitar $3,1 miliar. Aksi korporaksi ini dengan sendirinya akan  menyederhanakan kepemilikan tambang kelas dunia Oyu Tolgoi di Mongolia, memperkuat portofolio tembaga Rio Tinto secara signifikan, dan menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap proyek dan Mongolia.

Rio Tinto kini menguasai 66% kepemilikan langsung di proyek Oyu Tolgoi dengan 34% sisanya dimiliki oleh Pemerintah Mongolia melalui Erdenes Oyu Tolgoi. Imbalan tunai sekitar $2,9 miliar dibayarkan pada Desember 2022. Produksi Oyu Tolgoi untuk tahun 2022 tetap berdasarkan 33,52% saham Rio Tinto.

Dari sisi operasi dijelaskan operasi. Tambang Pilbara sampai akhir tahun 2022 telah menghasilkan 324,1 juta ton  yang berarti 1% lebih tinggi dari tahun 2021. Pengiriman mencapai 321,6 juta ton sejalan dengan tahun 2021. Peningkatan kinerja berlanjut di seluruh sistem perusahaan mencapai rekor kinerja paruh kedua di sistem tambang dan rel.

Di komoditi bauksit, produksi perseroan sebesar 54,6 juta ton atau 1% lebih tinggi dari tahun 2021, meskipun ada masalah keandalan peralatan di Weipa dan Gove di Australia. Produksi aluminium tercatat sebesar 3,0 juta ton atau 4% lebih rendah dari tahun 2021 karena penurunan produksi di smentera Kitimat di British Columbia, Kanada dan smelter Boyne di Queensland, Australia.

Pada tanggal 1 Desember, Rio Tinto telah mengalirkan air dari terowongan kedua ke Kemano Powerhouse di British Columbia. Ini sekaligus menandai berakhirnya proyek PLTA Kemano T2. Terowongan baru sepanjang 16 kilometer menghasilkan megawatt listrik pertamanya pada Juli 2022 setelah konstruksi selesai pada Mei 2022. Terowongan T1 dan T2 saat ini telah beroperasi Bersama sehingga semakin memastikan keandalan catu daya jangka panjang di proyek peleburan aluminium di Kitimat dan juga buat masyarakat sekitarnya.

Produksi tembaga yang ditambang sebesar 521 ribu ton atau 6% lebih tinggi dari tahun 2021 karena kadar yang lebih tinggi di Kennecott dan Escondida. Sebagian diimbangi dengan nilai yang lebih rendah dan pemulihan di Oyu Tolgoi sebagai hasil dari rencana pengurutan tambang. Pemeliharaan yang tidak direncanakan diperlukan di Kennecott pada kuartal keempat tahun 2022 . Produksi tembaga murni di Kennecott akan terus berlanjut meski ada kendala karena kinerja smelter dan kilang, hingga kami melakukan pembangunan kembali terbesar dalam sembilan tahun yang direncanakan pada kuartal kedua tahun 2023 dan diperkirakan memakan waktu kurang lebih tiga bulan.

Produksi terak titanium dioksida sebesar 1.200 ribu ton 18% lebih tinggi dari tahun 2021, karena gangguan dari di Richards Bay Minerals (RBM),Afrika Selatan pada tahun 2021. Kemudian melanjutkan peningkatan kinerja operasi di Rio Tinto Fer et Titane (RTFT), Kanada. Kendala produksi terkait ketenagalistrikan RBM dialami pada kuartal keempat. Lalu produksi pelet dan konsentrat Iron Ore Company of Canada (IOC) 6% lebih tinggi dari tahun 2021.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin