Beranda Tambang Today Berlomba Terapkan Teknologi Carbon Capture

Berlomba Terapkan Teknologi Carbon Capture

Istimewa

Jakarta,TAMBANG –  Konferensi internasional kembali digelar di Edinburgh yang diprakarsai Pemerintah Inggris, Global CCS Institute dan International Energy Agency (IEA). Pertemuan ini menyerukan pada pemerintah, lembaga keuangan, pegiat lingkungan dan industri untuk berkolaborasi mempercepat penerapan Teknologi Carbon Capture and Storage (CCS / CCUS).

 

Rt Hon Claire Perry, Menteri Negara untuk Energi dan Pertumbuhan Bersih Inggris, dalam sambutannya mengatakan, Inggris ingin mewujudkan keinginan dunia untuk mengembangkan dan menyebarkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon demi mengurangi emisi.

 

“Ini menunjukkan betapa semua negara bertekat untuk mengunci potensi teknologi yang membantu upaya bersama menekan polusi. Semua perwakilan dari seluruh dunia berkumpul di Edinburgh untuk merebut tantangan ini untuk mengatasi perubahan iklim sambil memulai industri yang sama sekali baru,” tandas Hon, dalam keterangan resmi yang diterima tambang.co.id.

 

Mendukung poin ini, CEO Global CCS Institute, Brad Page, mengatakan Inggris memiliki kesempatan yang baik untuk menjadi pemimpin teknologi global untuk CCUS, mengamankan manfaat ekonomi serta menghadirkan  iklim yang sehat.

 

Dengan tema “Mempercepat CCUS”, konferensi internasional ini menyoroti potensi dan nilai ganda CCUS untuk ekonomi nasional dan global. Penggunaan CCS  membantu mempertahankan pekerjaan dan menghasilkan pekerjaan baru, membangun industri baru, terutama dalam pembuatan komponen terkait CCS dan

 

menciptakan ekonomi energi baru termasuk hidrogen, dan penggunaan kembali aplikasi CO2. Tidak kalah penting adalah mendukung daya saing industri dan inovasi baru.

 

Pada acara tersebut, CEO Global CCS Institute, Brad Page juga menekankan bahwa waktu untuk memilih teknologi bersih favorit telah berakhir. Menurutnya ketika laporan IPCC 1.5 yang baru-baru ini dirilis mengakui, teknologi CCS sangat penting untuk masa depan. Tidak ada teknologi lain yang dapat mengatasi emisi dari sektor-sektor seperti baja, semen, dan pupuk yang tetap tak terpisahkan bagi masa depan kita.

“Perdebatan perlu bergeser dan harus bergeser jika ada yang benar-benar serius tentang target dan kerangka waktu. Bencana iklim tidak akan terjadi jika CCS ada di meja,” tandas Brad Page.

 

Selama tahun lalu demikian kata Page kemajuan CCUS telah dibuat di Inggris, AS, Cina, Jepang, Norwegia, dan Belanda. Di daerah-daerah ini mekanisme CCS yang mendukung sedang dijalankan. Inggris khususnya telah mengakui potensi penuh yang dapat dibawa oleh CCUS ke industri, dampak pekerjaan dan ekonomi jangka panjang.

 

 

Sementara Direktur Eksekutif IEA, Dr Fatih Birol, mengatakan CCUS sangat penting untuk mencapai target iklim global sekaligus memenuhi kebutuhan energi planet.

 

“Kami telah melihat kemajuan yang lambat dan stabil di CCUS dalam dekade terakhir, tetapi ini jauh dari cukup. Tugas mengerahkan CCUS harus didekati dengan rasa urgensi yang nyata,”kata Birol.

 

Tapi lanjut Birol dalam International CCUS Summit, teknologi ini menarik minat baru dari pemerintah dan industri, sebagian berkat kepemimpinan Pemerintah Inggris.

 

“Seperti analisis terbaru kami dari World Energy Outlook menunjukkan, CCUS adalah salah satu dari beberapa teknologi yang dapat menciptakan ruang untuk manuver dengan memungkinkan infrastruktur energi penting untuk beroperasi tanpa emisi karbon,”tambah kata Dr Birol.

 

Konferensi ini telah mengumpulkan lebih dari 350 pakar internasional guna mencari jalan untuk kolaborasi dan investasi dalam proyek-proyek CCUS.

 

Saat ini terdapat 23 fasilitas CCS global berskala besar dalam operasi atau dalam tahapan konstruksi. Juga ada 28 fasilitas percontohan dan demonstrasi skala operasi atau dalam pembangunan.