Besok, Presiden Akan Putuskan Pencabutan DMO

Besok, Presiden Akan Putuskan Pencabutan DMO
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG – Rencananya pemerintah akan mengumumkan pencabutan Domestic Market Obligation (DMO) Batu Bara untuk dalam negeri, dalam rapat terbatas kabinet bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Selasa (31/7).   Rencana tersebut, sebelumnya sudah dirapatkan oleh para menteri bersama Presiden Jokowi pada Jumat lalu (27/7). Hadir saat itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Wakil Menteri ESDM Achandra Tahar, Menteri LHK Siti Nurbaya dan pengusaha Adaro Boy Tohir. Rencana pencabutan tersebut, dibarengi dengan dibuatkannya aturan iuran dana sebesar USD2 -3 per ton yang akan diberikan untuk cadangan energi.   “Intinya kami mau cabut DMO itu seluruhnya, jadi nanti akan diberikan USD 2-3 per ton, seperti sawit,” kata Luhut Binsar Panjaitan, Jumat (27/7).   Skema ini, tentu saja menggembirakan bagi para pengusaha batu bara. Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, pencabutan DMO ini, akan membuat pengusaha batu bara lebih besar kontribusinya kepada negara melalui devisa.   “Peluang ekspor lebih besar terbuka, ini kami nilai positif karena negara juga membutuhkan devisa. Juga batu bara adalah produk yang strategis,” kata Hendra Sinadia.   Pada sisi lain, pencabutan harga DMO USD70 per metrik ton ini dikabarkan membuat harga saham perusahaan batu bara di lantai bursa melonjak. Pada penutupan pasar, Senin (30/7), tercatat harga saham PT. Adaro Energy Tbk dengan kode ADRO naik 125 poin atau 6.36 persen dari penutupan pada Jumat lau (27/7) sebesar 1.965 naik menjadi 2.090 dalam perdagangan Senin (30/7).

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin