Bidik Overburden 630 Juta BCM, Delta Dunia Makmur Kejar Pendapatan Rp 27 Triliun

Bidik Overburden 630 Juta BCM, Delta Dunia Makmur Kejar Pendapatan Rp 27 Triliun

Jakarta, TAMBANG – PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), perusahaan yang memiliki bisnis inti di bidang usaha jasa pertambangan melalui PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), membidik target produksi pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden removal sebesar 580 juta bcm hingga 630 juta bcm. Dari situ, Perseroan memasang proyeksi pendapatan sebesar USD 1,72 miliar atau setara dengan Rp 27,10 triliun.

Direktur DOID, Dian Andyasuri mengatakan, meskipun target overburden mengalami kenaikan disbanding tahun lalu, namun target pendapatan tahun ini diprediksi menurun. Sebab, terdapat harga batu bara diasumsikan bakal mengarami penurunan sehingga mempengaruhi pendapatan Perseroan.

“Berdasarkan insight 2024 di mana harga batu bara akan turun sedikit menjadi referensi 2024. Bukan turun tapi kami punya asumsi,” ungkap Dian di Jakarta, Selasa (19/3).

Sebagai gambaran, pada 2023, capaian produksi overburden DOID tercatat sebesar 621 juta bcm. Sedangkan pendapatan, tercatat mencapai sebesar USD 1,83 miliar. Torehan tersebut meroket dibanding tahun sebelumnya berkat sokongan peningkatan proyek jasa penambangan di Indonesia dan Australia.

Rekor overburden removal di Indonesia naik 10 persen dan Australia naik 28 persen. Peningkatan signifikan itu dari keberhasilan memperoleh sejumlah kontrak, termasuk tambang PT Adaro Energy Tbk dan PT Bayan Resources Tbk di Kalimantan, serta tambang Saraji dan Burton milik BHP dan Mitsubishi Alliance di Australia.

“Bisnis di Indonesia yang paling besar itu site milik Bayan dan Adaro, mereka masih terus tumbuh dengan cepat dan stabil tahun ini. Untuk di Australia, kami punya dua site baru, dan kami ekspektasikan akan tetap berkembang,” jelas Dian.

Untuk belanja modal yang dicanangkan tahun ini, sambung Dian, DOID menganggarkan sebesar USD150 juta atau Rp2,35 triliun hingga USD190 juta atau setara Rp2,98 triliun. Sebagian besar capital expenditure (capex) itu dialokasikan untuk rencana peningkatan kapasitas pada tambang milik Bayan.

“Tahun ini kami akan ekspansi di site Bayan, jadi setengah dari capex kami adalah untuk ramp up atau peningkatan produksi di sana,” tegasnya.

Artikel Terkait

Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site Indominco bersama PT Indominco Mandiri (IMM) mengajak puluhan pelajar mengenal pertanian dan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan tanam padi organik di Kawasan Wisata Sawah Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. Mengusung tema “Bersinergi untuk Bumi, Pendidikan, dan Masa Depan yang Berkelanjutan”

By Rian Wahyuddin
Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah mendorong subsektor mineral dan batubara (minerba) untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

By Egenius Soda
Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin