Biogas Sukadamai Tekan 121 Ribu Ton CO₂e, Nagata Bio Energi Masuk Bursa Karbon
Proyek Biogas Sukadamai yang dikelola PT Nagata Bio Energi (NBE), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), berhasil menekan emisi hingga 121 ribu ton CO₂e. Capaian ini mengantarkan perusahaan tersebut masuk ke Bursa Karbon.
Jakarta, TAMBANG — Proyek Biogas Sukadamai yang dikelola PT Nagata Bio Energi (NBE), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), berhasil menekan emisi hingga 121 ribu ton CO₂e. Capaian ini mengantarkan perusahaan tersebut masuk ke Bursa Karbon.
Direktur PT Nagata Bio Energi (NBE), Doni Syamsurianto menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada dampak sosial yang dirasakan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa energi bersih juga menghadirkan manfaat langsung bagi lingkungan dan komunitas lokal. Limbah yang sebelumnya menjadi persoalan kini berubah menjadi sumber daya yang bernilai,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/2).
Transformasi limbah menjadi energi dinilai mampu menciptakan nilai tambah berlapis, mulai dari pengurangan pencemaran, penyediaan energi bersih, hingga peluang ekonomi di tingkat lokal.
Proyek Biogas ini terletak di Desa Suka Damai, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. NBE memanfaatkan limbah cair sawit yang dulu kerap dipandang sebagai persoalan lingkungan. Bau menyengat dan kekhawatiran pencemaran menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun kini, situasinya berangsur berubah.
Limbah yang sama justru menjadi sumber energi listrik, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan warga sekitar.
Sejak 201, NBE berfokus mengembangkan energi terbarukan berbasis limbah organik, khususnya Palm Oil Mill Effluent (POME). Melalui pendekatan teknologi dan pemberdayaan komunitas, NBE mendorong terciptanya ekonomi hijau yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia serta berkontribusi pada upaya dekarbonisasi menuju target net zero emission 2060.
Sebagai pengembang Sukadamai Biogas Project, NBE mengolah limbah cair sawit murni menjadi gas metana yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik bersih. Biogas Sukadamai telah beroperasi komersial sejak Agustus 2020 melalui skema kemitraan Build–Operate–Transfer (BOT) selama 15 tahun dengan perusahaan mitra pemasok POME.
Dalam operasionalnya, rata-rata proyek ini mengolah sekitar 129.331 meter kubik POME setiap tahun melalui proses konversi POME menjadi biogas dan selanjutnya menjadi energi terbarukan.
“Listrik hijau yang dihasilkan mencapai 30.244 MWh selama periode tiga tahun dan dipasok secara stabil selama 24 jam ke jaringan PLN sebagai offtaker, memperkuat kontribusi energi bersih di sistem kelistrikan nasional,” jelas dia.
Di sisi lingkungan, dampak yang dihasilkan juga signifikan. Sepanjang periode 2021 hingga 2023, Sukadamai Biogas Project mencatatkan verified emission reductions sebesar 121.919 ton CO₂e, dengan rata-rata penurunan emisi tahunan mencapai 40.638 ton CO₂e, jumlah ini setara dengan emisi tahunan lebih dari 8000 kendaraan penumpang berbahan bakar bensin. Capaian tersebut setara dengan 82 persen dari total proyeksi reduksi emisi yang ditargetkan sebesar 147.456 ton CO₂e.
Kontribusi penurunan emisi berasal dari pengelolaan limbah dan substitusi energi fosil melalui biogas. Keseluruhan capain tersebut telah memperoleh Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Sistem Registri Nasional (SRN). Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC) yang di sampaikan pada COP-30, yang menegaskan arah penurunan emisi nasional menuju Net Zero Emission paling lambat tahun 2060.
Peran NBE dalam dekarbonisasi juga meluas ke pengembangan pasar karbon nasional. Sejak Februari 2026, perusahaan resmi berpartisipasi dalam platform perdagangan karbon IDX Carbon dan menegaskan posisi NBE sebagai salah satu pelaku swasta pionir dalam pengembangan kredit karbon berbasis pengelolaan limbah sawit.
Public expose terkait partisipasi ini telah dilaksanakan pada 12 Februari 2026, menandai langkah strategis NBE dalam membuka peluang monetisasi pengurangan emisi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi karbon domestik.
Komitmen perusahaan dalam mengembangkan energi terbarukan berbasis limbah organik melalui pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas kini membuahkan hasil positif. Inisiatif yang dijalankan ABM Group bersama PT Nagata Bio Energi (NBE) ini mendapat apresiasi dengan diraihnya penghargaan Change the World 2025 dari Fortune Indonesia atas kontribusinya dalam mendorong transisi energi bersih dan praktik bisnis berkelanjutan.
Sebagai bagian dari ABM Group, inisiatif yang dijalankan NBE mempertegas komitmen perusahaan dalam memperkuat portofolio bisnis berkelanjutan, mendorong transisi energi bersih, serta berkontribusi pada agenda penurunan emisi karbon Indonesia. "Ke depan, model pengolahan limbah menjadi energi ini ditargetkan dapat direplikasi di berbagai wilayah potensial lainnya, memperluas dampak positif bagi masyarakat sekaligus lingkungan," pungkasnya.