Beranda Batubara Bruce Munro, Eksekutif Puncak Thiess, Diburu Polisi

Bruce Munro, Eksekutif Puncak Thiess, Diburu Polisi

NEW DELHI, JAKARTA– TAMBANG. POLISI India meminta ekskutif puncak divisi konstruksi Leighton Holdings, Bruce Munro, menyerahkan diri. Ia dituduh mencurangi mitra bisnisnya dalam sebuah transaksi dagang bernilai miliaran dolar.

 

Koran Australia, Australian Financial Review, hari ini memberitakan, tiga pengadilan India telah memberi lampu hijau terhadap surat perintah yang dikeluarkan polisi itu.

 

Bruce Munro adalah direktur pelaksana Thiess, anak usaha Leighton. Pada 2013, Thiess menghasilkan pemasukan sebesar US$ 6,8 miliar. Polisi memerintahkan Munro untuk datang menyerahkan diri, dengan membawa rekaman percakapan telepon serta komunikasinya melalui email.

 

Surat perintah penangkapan yang paling akhir dikeluarkan polisi India pada Desember lalu. Di situ dinyatakan bahwa penyelidikan terhadap tindak kriminal oleh Munro sudah disetujui Pengadilan India. Munro dituduh mencurangi mitra bisnisnya, perusahaan yang dimiliki pengusaha India kontroversial, Syam Reddy.

 

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa Munro menandatangani kesepakatan dengan Reddy. Munro berjanji memberi Reddy pekerjaan sebagai subkontraktor senilai $90 juta, bila Syam Reddy berhasil membantu Thiess mendapatkan kontrak pekerjaan tambang batu bara bernilai miliaran dolar di negara bagian Jharkhand.

 

Thiess adalah perusahaan utama milik Leighton Holdings yang bergerak di pertambangan dan konstruksi, dengan tenaga kerja lebih dari 16.000 orang. Proyek utamanya termasuk pengembangan Rumah Sakit Royal North Shore, Sidney, dan jalur kereta api utara-selatan di New South Wales, Australia. Di Indonesia, Thiess dikenal sebagai kontraktor besar tambang. Proyeknya tersebar antara lain di Melak, Satui, Samarinda, Sorowako, dan Jakarta.

 

Juru bicara Leighton menolak berkomentar ketika dihubungi Australian Financial Review.

 

Sebuah audit internal yang dilaksanakan tahun lalu oleh Thiess menghasilkan temuan yang mempertanyakan transaksi bisnis Thiess dengan Syam Reddy. Diduga Thiess melakukan transaksi gelap untuk mendapatkan kontrak.

 

Dokumen polisi India menyebutkan, Syam Reddy menggunakan duit banyak untuk mendukung bisnis Thiess dengan mengadakan berbagai kegiatan. Tetapi Munro dan Thiess kemudian mencurangi Reddy.

 

Sengketa dengan Reddy telah membuat ditangkapnya Raman Srikahnth, CEO anak usaha Thiess di India, pada Mei 2014.

 

Polisi Federal Australia dan Komisi Investasi dan Sekuritas Australia (ASIC) juga tengah menyelidiki kasus lain yang terjadi antara 2009-2011, yang melibatkan pentolan Leighton yang lain, sebelum perusahaan ini diambil alih oleh perusahaan Spanyol ACS, tahun lalu.

 

Polisi Federal diperkirakan segera menetapkan beberapa pejabat penting sebagai tersangka dalam kasus penyuapan jutaan dolar untuk proyek jalur pipa minyak di Irak. Pada Desember, Komisi Investasi dan Sekuritas menggunakan hak penyelidikannya dengan memanggil bekas bos Leighton. Komisi menanyai kejanggalan laporan keuangan proyeknya di India, Welspun. Kasus ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa yang melibatkan Bruce Munro.

 

Thiess juga diduga mengeluarkan dana ilegal untuk pejabat keamanan lokal di Indonesia. Koran Australian Financial Review mendapatkan bukti transfer dari Thiess untuk istri seorang perwira militer di Melak senilai Aus$ 1.200. Perusahaan juga secara rutin setor $1.300 untuk seorang perwira polisi, dan $1.200 untuk seorang komandan militer. Sebagai imbalan, para pejabat keamanan itu akan mengerahkan tentaranya untuk mengamankan proyek Thiess di Melak.

 

Foto: Bruce Munro. Sumber: www.thiess.com.au

Artikulli paraprakTimah Hentikan Penjualan di Pasar Spot
Artikulli tjetërPesanan Berkurang, Banyak Tanker Menganggur