BUMA Catat Volume OB 89 Juta BCM dan Produksi Batu Bara 15 Juta Ton

BUMA International Group mencatat penurunan kinerja operasional pada kuartal I 2026.

BUMA Catat Volume OB 89 Juta BCM dan Produksi Batu Bara 15 Juta Ton
Dokumentasi: BUMA.

Jakarta, TAMBANG – BUMA International Group mencatat penurunan kinerja operasional pada kuartal I 2026.

Volume pengupasan lapisan penutup (overburden/OB) turun 12% secara tahunan menjadi 89 juta bank cubic meters (BCM), sementara produksi batu bara merosot 20% menjadi 15 juta ton seiring berakhirnya sejumlah kontrak dan penyesuaian operasi di beberapa site.

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim menjelaskan, penurunan volume operasional tersebut terutama dipengaruhi oleh berakhirnya kontrak di site Binungan, Indonesia, dan site Burton, Australia. Selain itu, terdapat proses ramp-down di dua site operasional di Indonesia yang berlangsung sepanjang 2025.

Meski demikian, site-site yang tetap beroperasi secara normal menunjukkan kinerja yang stabil dan mampu menjaga produktivitas di tengah tantangan operasional pada awal tahun.

“Disiplin operasional dan perbaikan produktivitas tetap terjaga melewati puncak musim hujan pada Februari, memberikan kami landasan yang lebih kuat sepanjang tahun ini,” ujar Iwan dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (31/5).

Menurutnya, perusahaan juga telah menyelesaikan transisi menuju tim subject-matter expert terpusat guna memperkuat keahlian teknis dan operasional di seluruh area kerja.

Ke depan, BUMA International akan fokus pada eksekusi operasional yang solid seiring memasuki periode cuaca yang lebih kering, sehingga diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja produksi pada kuartal-kuartal berikutnya.

“Kami juga telah menyelesaikan transisi menuju tim subject-matter expert terpusat, yang membawa keahlian fungsional yang lebih mendalam ke setiap operasi. Fondasi telah terbentuk, dan fokus kami ke depan adalah eksekusi yang solid seiring memasuki kuartal operasional yang lebih kering,” pungkasnya.