Cita Mineral Dapat Pinjaman US$10 Juta

Jakarta – TAMBANG. PT Cita Mineral Investindo, Tbk (IDX: CITA) mendapatkan kepastian sumber dana baru untuk investasi dan modal kerja. Kredit dari perbankan nasional itu bernilai hingga US$10 juta.   “Perseroan pada tanggal 24 Agustus 2015 telah menandatangani sebuah perjanjian fasilitas kredit atas permintaan pinjaman senilai sampai dengan US$10 juta dari PT Bank OCBC NISP, Tbk,” ungkap Liem Hok Seng, Direktur Utama Cita Mineral Investindo, dalam surat kepada Otoritas Jasa Keuangan, Rabu (26/8).   Disebutkan pula bahwa pinjaman bertenor 12 bulan itu dapat ditukar guling untuk tujuan investasi pada entitas asosiasi dan untuk modal kerja.   Saat ini, Cita Mineral tengah menyelesaikan proyek pembangunan pabrik pemurnian (smelter) pengolahan bauksit di Provinsi Kalimantan Barat. Pabrik yang dibangun oleh entitas asosiasi perseroan yaitu PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) itu sudah memiliki Laporan Study Kelayakan/ Feasibility Study (FS) yang disusun oleh Northeastern University Engineering & Research Institute Co., Ltd (NEUI) yang berbasis konsultan di Cina.   Sementara itu, kegiatan penambangan bauksit yang dikerjakan oleh anak usahanya, PT Harita Prima Abadi Mineral (HPAM) dan PT Karya Utama Tambangjaya (KUTJ) sudah dihentikan sementara sejak Januari 2014. Hal tersebut adalah sebagai imbas pelarangan ekspor mineral yang diberlakukan pemerintah RI.  

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda