Dampak Penurunan Harga, BP Indonesia Akan Kurangi Investasi

Jakarta-TAMBANG - Akibat rendahnya harga minyak dunia yang dikisaran US$55-60 per barel, BP Indonesia akan melakukan revisi rencana kerja dan anggaran belanja (Work Plan and Bugeting / WPNB). Dalam revisi tersebut, BP akan melakukan efisiensi besar-besaran.

Country Manager BP Indonesia, Dharmawan Syamsu mengatakan, dalam efisiensi tersebut, BP akan mengurangi investasinya, namun pihaknya enggan menyebutkan berapa besaran investasi yang akan dikurangi tersebut. Namun dipastikan, tidak ada proyek yang dibatalkan dalam 2015 ini.

"Investasi kurang berapa saya belum bisa share itu. Yang dibatalkan tidak ada, yang ada lebih disimplekan," ujar Dharmawan di Jakarta, Jumat (10/4).

Dharmawan menambahkan, selama ini capex perusahaan digunakan untuk mengejar operasional. Karena harga minyak menurun, maka dilakukan efisiensi.

Sedangkan untuk target produksi BP Indonesia pada 2015, Dharmawan menegaskan bahwa tidak ada penurunan produksi. "Penurunan produksi tidak ada, dari Tangguh angka produksi masih sama," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam WPNB 2015 produksi BP Indonesia, minyak sebanyak 6 ribu barel per hari dan gas sebanyak 179,6 juta kaki kubik (mmscfd).

Artikel Terkait

Optimalkan Potensi Reservoir PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Berhasil Tambah Produksi Migas

Optimalkan Potensi Reservoir PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Berhasil Tambah Produksi Migas

Jakarta,TAMBANG,- Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksi migas dalam negeri. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) misalnya terus memperkuat upaya optimasi produksi migas melalui pelaksanaan program hydraulic fracturing pada sejumlah sumur di Wilayah Operasi Mutiara dan Pamaguan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Program yang dilaksanakan sepanjang periode

By Egenius Soda