Beranda Mining Services Data Center DCI Amankan Aset Tambang

Data Center DCI Amankan Aset Tambang

Pelaku usaha pertambangan nasional dituntut untuk piawai dalam menjalankan roda bisnisnya di tengah kondisi harga komoditas tambang yang tidak pasti seperti saat ini. Pelaku usaha tambang pun dihadapkan oleh dua pilihan yakni berubah atau punah.

 

Salah satu hal yang dilakukan pelaku usaha tambang untuk dapat bertahan yakni dengan melindungi aset dan melakukan monitoring kegiatan operasional agar efisien, tentunya dengan dukungan sistem dan teknologi informasi yang dapat meningkatkan fungsi setiap unit kegiatan manajemen sebagai bagian utama peningkatan operasional perusahaan yang terintergrasi untuk memperoleh data efisiensi biaya operasional, risiko operasional, ketepatan dan keamanan kegiatan operasi dan peningkatan produktivitas.

 

Guna menunjang kegiatan sistem dan teknologi informasi, pelaku usaha tambang mesti memperhatikan tempat dan lokasi penyimpanan data sistem dan teknologi informasi yang berisi data perusahaan di data center, sehingga jangan sampai maksud untuk melakukan efisiensi justru malah merugikan karena harus mengeluarkan kocek yang cukup besar.

 

Akibat terganggunya data center, kata Sales and Marketing Manager PT DCI Indonesia, Stephanus Oscar, bakal berdampak pada sistem IT, ERP, data-data dan juga telekomunikasi, sehingga pelaku usaha harus menanggung kerugian sebesar US$ 8000 per menit pada setiap downtime akibat terganggunya data center, menurut studi yang dilakukan oleh Ponemon Institute.

 

Sebagai salah satu perusahaan penyedia sistem dan teknologi informasi, PT DCI Indonesia menawarkan solusi colocation data center dengan tingkat availability 99.999% kepada pelaku usaha tambang. Artinya, jelas Oscar, dengan data center milik PT DCI Indonesia yang mempunyai DC dengan availability 99.999% in which, pelaku usaha tambang tidak perlu khawatir menyimpan datanya di data center miliknya, sebab lanjut Oscar, data centernya hanya di perbolehkan mati 5 menit dalam setahun.

 

Oscar mengaku pihaknya telah mendapatkan sertifikasi Tier IV Design Data Center dari Uptime Institute sebagai data center pertama di Indonesia dan di Asia Tenggara yang bertaraf internasional dengan memiliki keunggulan dari segi reliability, availability dan security.

 

“Ini merupakan bukti dari komitmen kami kepada customer untuk selalu memberikan pelayanan dan operasional data center bertaraf internasional. Data center kami juga sudah terhubung ke Open Internet Exchange (OIX) dan Indonesia Internet Exchange (IIX) sehingga dapat memberikan value added service,” ucap Oscar.

 

Dengan komitmen itu pula, lanjut Oscar, PT DCI Indonesia juga telah menggandeng Equinix selaku pemain data center global yang sudah mempunyai pengalaman lebih dari 15 tahun mengoperasikan lebih dari 100 data center di 33 metro area dan di 5 benua.

 

Karena itu, pelaku usaha tambang yang memerlukan data center untuk kebutuhan IT misalkan peta geografi pertambangan, data-data tambang dan juga IT system supply chain, tidak perlu khawatir sehingga pelaku usaha hanya perlu fokus pada kegiatan bisnis utamanya saja.

 

“Semua server diletakkan di DC kami memiliki letak sangat strategis dan aman. Dari segi maintenance, kami sudah mengikuti standar yang di adopsi dari Equinix, partner kami. Dengan melakukan regular maintenance untuk setiap perangkat mekanikal dan elektrikal di data center,” jelasnya.

 

Disamping itu, tambah Oscar, PT DCI Indonesia juga mempunyai sistem eskalasi dan pelaporan jika adanya suatu insiden yang berimpact terhadap Service Level Agreement (SLA), sehingga tidak hanya bersifat corrective, namun juga ada preventive-nya.

 

Data center tersebut juga telah mengantongi sertifikasi ISO 27001-Information Security Management System. Dengan physical security yang dilengkapi oleh 4 zona segregasi yang masing-masing zona di proteksi oleh biomteric system. Disamping itu, data center ini juga mempunyai 3 layer fire suppression system (VESDA, Inergen dan Pre Action Fire Sprinkler). Semua hal tersebut sudah di audit oleh pihak ke-3 dalam bentuk TVRA (Threat, Vulnerability and Risk Assessment) audit.

 

Selain perbankan sejauh ini, Oscar mengaku, pihaknya telah mendapatkan kepercayaan dari perusahaan migas yang meletakkan servernya di PT DCI Indonesia untuk melakukan real time drilling monitoring.

Artikulli paraprakPembangkit Listrik Malaysia Diuntungkan Batu Bara Murah
Artikulli tjetërPabrik Krakatau Posco Meledak, Tujuh Orang Luka-luka