Demi Euro 4, Pertamina  Modifikasi 3 Kilang Minyak

Demi Euro 4, Pertamina  Modifikasi 3 Kilang Minyak

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Pengolahan Pertamina menggelar Rapat Koordinasi (rakor). Pasalnya, menjelang implementasi Euro 4, Rakor tersebut digelar untuk membahas sekaligus menentukan sederet langkah percepatan. Setidaknya ada lima langkah strategis yang dirumuskan Pertamina.

 

Pertama, meningkatkan fleksibilitas kapasitas kilang. Sebagaimana diketahui, kilang milik Pertamina sejauh ini yang sanggup memproduksi BBM Euro 4 hanya kilang Balongan. Untuk itu, Pertamina akan memodifikasi beberapa kilang lainnya, yaitu Kilang Cilacap, Bontang, Tuban, dan Balikpapan. Peningkatan ini dilakukan dengan  tetap menjaga aspek lingkungan.

 

Kedua, memperbarui kualitas produk gasoline dan diesel sesuai dengan  spesifikasi Euro 4. Untuk gasoline atau bensin, Pertamina sudah merilis produk Pertamax Turbo dengan kadar RON 98.

 

Ketiga, maksimalisasi Avtur. Keempat, upaya memproduksi bahan bakar nabati (BBN). Khusus BBN, mulai 1 September mendatang, pemerintah mewajibkan seluruh kendaraan operasional pertambangan untuk menggunakan biodiesel dengan takaran minyak sawit 15 persen (B15).

 

Kelima, mengimplementasikan realibility automation dan digitalisasi. Terkini, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bekerjasama dengan penyedia jaringan seluler, memasang alat pantau digital pada dispenser SPBU. Sehingga, tiap tetes BBM yang keluar dari nozzle bisa dipantau secara real time.

 

Di luar itu, Direktur Pengolahan Pertamina, Budi Santoso Syarif mengatakan,  lima langkah strategis tersebut perlu dibarengi dengan kualitas personel pengolahan yang mumpuni. Secara khusus, ia menyorot soal aspek keselamatan kerja.

 

“Kedepannya,  kita harus menjalankan value protection  dengan mengedepankan safety dan keandalan kilang sehingga 10 tahun yang akan datang masalah safety dan kehandalan kilang dapat terjamin dan teratasi,” ujar Budi, kamis (16/8).

 

Kemudian dia juga bilang, para personel pengolahan harus memiliki etos kerja yang kuat. Hal ini penting untuk menciptakan budaya kerja yang andal.

 

Awareness dan ownership  menjadi inti implementasi fast program. Jika hal tersebut bisa kita capai, ke depan semua akan berjalan sesuai target yang ditetapkan,” kata Budi.

 

Asal tahu saja, rakor Direktorat Pengolahan ini diikuti oleh seluruh tim manajemen pusat dan unit operasi serta perwakilan dari pekerja generasi muda. Acara bertema ‘Refinery Outlook For The Next Ten Years‘ ini turut dihadiri Senior Vice President Refining Operation Pertamina, Achmad Fathoni Mahmud, dan Senior Vice President Business development & Performance Excellence Pertamina, Ivan Airlangga.

 

 


Close
Close