Di Aksi Tahiroe 2024, Mifa Bersaudara Tanam 1.100 Bibit Tanaman Di Area Tambang

Di Aksi Tahiroe 2024, Mifa Bersaudara Tanam 1.100 Bibit Tanaman Di Area Tambang

Jakarta,TAMBANG-Dalam rangka mendukung program Pemerintah Aceh terkait penghijauan dan pelestarian lingkungan di Aceh, PT Mifa Bersaudara anak usaha MDB Group ikut menggelar gerakan aksi Tanam Hijaukan Nanggroe Aceh dengan menanam 1.100 bibit tanaman di lokasi operasional pertambangan perusahaan, Selasa (24/12).

General Manager Support MDB Group, Finza Yugistira Das dalam pesannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran karyawan beserta keluarga besar MDB Group akan pentingnya menjaga kelestarian alam serta mengatasi masalah lahan kritis yang semakin meluas di Aceh.

Berdasarkan data terbaru yang diterima dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas lahan kritis di Aceh kini mencapai sekitar 388.236 hektar, dengan sebaran baik di dalam maupun luar kawasan hutan.

“Penanaman tanaman lokal seperta Jeumpa, Seulanga, Meranti dan Gaharu adalah langkah konkret dalam melestarikan keanekaragaman hayati Aceh, yang juga mendukung upaya penghijauan global. Selain itu, ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga lingkungan Aceh agar tetap lestari,” ujar Finza.

MDB Group melalui PT Mifa Bersaudara berharap aksi ini akan memberikan kontribusi positif bagi keberlanjutan lingkungan hidup di Aceh, serta menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut berpartisipasi dalam gerakan penghijauan Tahiroe Aceh ini.

Aksi Tahiroe Aceh yang digelar PT Mifa Bersaudara ini diikuti oleh ratusan karyawan dari internal dan mitra kerja seperti PT AMM dengan ditutup doa bersama untuk mengenang korban bencana tsunami Aceh 20 tahun silam.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin