Beranda Mining Services Di Balik Deru Mesin: 55 Tahun Trakindo Merawat Industri, Menjaga Masa Depan...

Di Balik Deru Mesin: 55 Tahun Trakindo Merawat Industri, Menjaga Masa Depan Negeri

Sumber: Trakindo.co.id

Bukan sekadar penyedia solusi alat berat, Trakindo hadir di Indonesia sebagai mitra bangsa. Jejak karyanya perlahan membentuk wajah industri hari ini, sekaligus menyiapkan fondasi bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.

Jakarta, TAMBANG – Sebelum langkahnya benar-benar meninggalkan ruang diskusi, Rozy sejenak berhenti. Ia meluangkan waktu untuk menyambut satu per satu pertanyaan awak media. Dengan sikap tenang, jawabannya mengalir perlahan, tertata, tanpa tergesa—seolah memberi ruang agar setiap kata sampai dengan utuh.

Salah satu pernyataan yang ia sampaikan dan masih terngiang adalah bahwa industri pertambangan menjadi sektor dengan serapan terbesar terhadap alat berat, termasuk Caterpillar yang diageni Trakindo.

“Alat berat dibutuhkan di tambang pasti (kebutuhannya) besar,” ungkap Rozy Andrianto, General Manager Rental & Used Equipment PT Trakindo Utama (Trakindo), usai menjadi salah satu narasumber dalam acara Bincang PERSpektif Trakindo 2025: Strategi Efisiensi untuk Bisnis Berkelanjutan” yang digelar di Jakarta, Selasa, 25 November 2025.

Pernyataan Rozy bukan tanpa dasar. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa pendapatan sektor pertambangan mineral dan batu bara secara nasional konsisten melampaui target. Bahkan pada masa pandemi Covid-19, sektor ini tercatat sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional.

Dari kiri ke kanan: Chief Operating Officer – Power Systems & Marketing Services Trakindo, David Freddynanto; Ketua IV Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI), Immawan Priyambudi; Director of Operations PT Ksatria Mitra Kontraktor Indonesia (KMKI), Bhondan Suryo Bhroto; serta General Manager Rental & Used Equipment PT Trakindo Utama, Rozy Andrianto.
(Sumber: Tim Media Relations PT Trakindo Utama).

Tren positif tersebut kembali terkonfirmasi pada 2024. Sektor pertambangan minerba membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp140,5 triliun, melampaui kontribusi sektor migas yang tercatat Rp110,9 triliun.

“Di pertambangan kan ada banyak komoditas. Ada batu bara, nikel, emas, bauksit, tembaga dan masih banyak lagi,” imbuh Rozy yang merupakan Insinyur Elektro dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur ini.

Industri di Persimpangan Tantangan

Di tengah kontribusinya terhadap perekonomian nasional, industri alat berat—terutama yang menopang sektor pertambangan—tak lepas dari sorotan publik. Deru mesin kerap diasosiasikan dengan debu, lubang tambang, risiko keselamatan kerja, hingga kekhawatiran akan dampak sosial dan lingkungan. Industri pun kerap berada di posisi serba salah: dibutuhkan untuk menggerakkan ekonomi, namun dipertanyakan keberlanjutannya.

Di sinilah paradoks industri bekerja. Tanpa alat berat, roda ekonomi akan tersendat; proyek infrastruktur melambat, tambang berhenti berproduksi, dan kontribusi terhadap perekonomian nasional ikut melemah.

Namun di saat yang sama, deru mesin juga kerap memunculkan pertanyaan publik tentang keselamatan kerja, dampak lingkungan, hingga jejak sosial yang ditinggalkan. Industri pun berada di persimpangan: dibutuhkan untuk menggerakkan pembangunan, tetapi dituntut untuk memastikan setiap langkahnya dijalankan secara bertanggung jawab.

Tantangan ini menggeser ukuran keberhasilan. Bukan lagi semata soal seberapa besar produksi yang mampu dicapai, melainkan bagaimana memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan aman, berkelanjutan, serta memberi manfaat yang melampaui kepentingan bisnis. Pada titik inilah, ekspektasi terhadap perusahaan berubah, dari sekadar penyedia alat dan jasa, menjadi mitra pembangunan yang turut memikul tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Narasi inilah yang mendorong Trakindo untuk melampaui perannya sebagai penyedia solusi alat berat. Di balik mesin yang terus bekerja, perusahaan dihadapkan pada tuntutan untuk memastikan bahwa pertumbuhan industri berjalan seiring dengan keselamatan kerja, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan jangka panjang.

Dalam lanskap pertambangan yang terus bergerak, Trakindo menempatkan dirinya sebagai mitra yang tumbuh bersama kebutuhan pelanggan—menjaga produktivitas hari ini, sembari menyiapkan keberlanjutan esok hari.

Sejalan dengan dinamika industri yang kian menuntut keandalan dan keberlanjutan, Trakindo menegaskan arah transformasinya.

Chief Administration Officer Trakindo, Yulia Yasmina, menyampaikan bahwa memasuki usia ke-55, dengan semangat Advancing You Forward dan mengusung tema “55 Tahun Berkarya Memajukan Negeri, Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan”, perusahaan terus memperkuat transformasi bisnis, mulai dari pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, penyediaan pengalaman pelanggan yang konsisten di seluruh jaringan layanan, hingga penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Dengan komitmen tersebut, Trakindo tidak hanya menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Indonesia,” ungkap Yulia dalam keterangan resmi.

Solusi Adaptif Layanan Komprehensif

Ketika dinamika industri menuntut kecepatan sekaligus kehati-hatian, fleksibilitas operasional menjadi keunggulan. Menjawab kebutuhan tersebut, Trakindo Rental menghadirkan solusi penyewaan alat berat yang adaptif, mendukung kelancaran proyek lintas sektor di tengah perubahan pasar yang terus bergerak.

Trakindo Rental dirancang sebagai layanan lengkap dan siap pakai untuk mendukung kebutuhan proyek pelanggan lintas sektor, mulai dari konstruksi, kehutanan, pertanian, hingga pertambangan. Rozy menjelaskan, program ini berlaku di seluruh jaringan Trakindo yang tersebar di 75 lokasi di Indonesia.

“Trakindo Rental memastikan pelanggan dapat dengan mudah dan cepat memperoleh alat berat Caterpillar di mana pun mereka beroperasi,” jelas Rozy.

Ilustrasi Ekscavator Caterpillar
Ilustrasi ekskavator Caterpillar. (Sumber: PT Trakindo Utama)

Melalui program ini, Trakindo menghadirkan unit-unit baru dengan usia pakai relatif muda, dilengkapi teknologi mutakhir untuk menjamin kinerja optimal sekaligus efisiensi operasional.

Program Trakindo Rental menawarkan dua skema, yakni rental jangka pendek dan jangka panjang, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional serta kemampuan finansial pelanggan.

“Seluruh unit dilengkapi CAT® Product Link™ untuk memantau performa alat secara real time, termasuk konsumsi bahan bakar, jam kerja, dan kondisi mesin, serta didukung perawatan rutin oleh teknisi bersertifikat dengan suku cadang asli CAT®,” pungkas Rozy.

Chief Operating Officer – Power Systems & Marketing Services Trakindo David Freddynanto menjelaskan bahwa Trakindo berkomitmen mendukung kemajuan bisnis pelanggan dengan mengedepankan efisiensi agar produktivitas dan daya saing tetap terjaga ke depan.

Penekanan pada strategi efisiensi menjadi kunci untuk mewujudkan bisnis berkelanjutan di tengah dinamika industri alat berat yang terus berkembang. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Trakindo untuk terus berkolaborasi dengan pelanggan dalam menghadirkan efisiensi yang berdampak nyata.

“Ke depan, Trakindo akan terus berkomitmen menghadirkan solusi dan layanan terbaik bagi pelanggan guna mendukung produktivitas dan keberlanjutan bisnis mereka,” jelas David dalam kesempatan yang sama.

Bagi pelaku industri di lapangan, tuntutan efisiensi bukan sekadar jargon strategis, melainkan kebutuhan nyata yang menentukan keberlangsungan proyek. Tekanan biaya operasional, fluktuasi harga komoditas, hingga ketatnya tenggat waktu membuat setiap keputusan pengelolaan alat berat harus diambil dengan cermat. Di tengah situasi itu, strategi efisiensi menjadi fondasi penting agar produktivitas tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas maupun keselamatan kerja.

Director of Operations PT Ksatria Mitra Kontraktor Indonesia (KMKI), Bhondan Suryo Bhroto menegaskan bahwa efisiensi memegang peran krusial bagi industri pengguna alat berat dalam menjaga kinerja proyek secara menyeluruh, sekaligus menopang daya saing dan profitabilitas jangka panjang. KMKI adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa pertambangan. 

“Bagi kami di KMKI, strategi pengelolaan aset melalui sistem rental menjadi pilihan yang paling tepat untuk menjawab kebutuhan efisiensi perusahaan. Melalui sistem ini, kami bisa menekan biaya pemeliharaan, penyimpanan, dan penggantian alat yang menurun kinerjanya, sekaligus memastikan alat berat selalu dalam kondisi prima tanpa terbebani investasi besar di awal,” ungkap Bhondan.

Pengalaman KMKI tersebut mencerminkan pergeseran cara pandang industri terhadap kepemilikan aset. Efisiensi kini tak lagi semata dihitung dari seberapa banyak alat yang dimiliki, melainkan seberapa tepat alat tersebut digunakan untuk mendukung kelancaran proyek dan keberlanjutan bisnis.

Namun, pergeseran cara pandang industri tersebut tidak berhenti pada aspek efisiensi dan pengelolaan aset semata. Di balik keputusan bisnis yang rasional, tersimpan tanggung jawab yang lebih luas—bagaimana industri memastikan bahwa setiap langkah operasionalnya juga memberi dampak positif bagi manusia, lingkungan, dan keselamatan kerja.

Jejak Sosial dan Komitmen terhadap Keselamatan Operasional

Siapa sangka, di balik kerja-kerja di hamparan lahan yang gersang dan berlubang serta strategi bisnis yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan—industri turut mengambil peran dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkelanjutan.

Aktivitas yang kerap dipersepsikan semata sebagai eksploitasi sumber daya alam ini, pada kenyataannya juga menghadirkan nilai tambah—mulai dari penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, hingga inisiatif sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat sekitar.

Di titik inilah, ukuran keberhasilan industri tak lagi semata dihitung dari tonase produksi, melainkan dari jejak sosial yang ditinggalkannya. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap pendidikan dan lingkungan di sekitar wilayah operasional, Trakindo berupaya menumbuhkan nilai bersama yang melampaui kinerja bisnis.

Upaya tersebut berbuah apresiasi. Trakindo dianugerahi penghargaan Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) kategori Pemberdayaan Sosial. Penghargaan berskala global ini merupakan inisiatif Enterprise Asia sebagai pengakuan atas komitmen Trakindo dalam menciptakan dampak sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Penyerahan penghargaan berlangsung di The Athenee Hotel, Bangkok, Thailand, Jumat, 27 Juni 2025.

Pemberdayaan sosial ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelompok marjinal, termasuk perempuan, komunitas minoritas, dan masyarakat berpenghasilan rendah melalui inisiatif inklusif berdampak jangka panjang.

Program Trakindo Innovakids 2025. Sumber: Trakindo.co.id

Adapun program Trakindo yang berhasil memboyong penghargaan tersebut adalah program pemberdayaan pendidikan yang mencakup dua pilar utama, yakni Gerakan Transformasi Edukasi (GENERASI) dan Cooperative Education (CO-OP).

“Program ini mencerminkan keyakinan kami bahwa pendidikan yang merata dan pengembangan keterampilan adalah kunci untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi mendatang,” ungkap Corporate Communication & CSR Trakindo, Candy Sihombing, dikutip dalam keterangan resmi.

Program GENERASI ditujukan bagi siswa dan guru di tingkat SD dan SMP, dan hingga kini telah menjangkau lebih dari 250 sekolah, melibatkan lebih dari 1.000 pendidik, serta memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 15.000 siswa. Melalui kompetisi Innovakids, program ini turut mendorong lahirnya lebih dari 130 inovasi karya siswa.

Sementara CO-OP merupakan program kolaboratif yang menjembatani pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri. Hingga kini, program ini telah meluluskan lebih dari 5.000 siswa, dengan sekitar 30 persen teknisi Trakindo merupakan alumni CO-OP. Selain itu, lebih dari 300 beasiswa Talenta Muda telah disalurkan, serta lebih dari 120 proyek inovatif siswa dihasilkan melalui program ini.

Tak berhenti di situ, Trakindo kembali menunjukkan keunggulannya di bidang operasional dengan memborong lima penghargaan pada ajang Operational Safety & Health (OSH) Asia’s Summit 2025 di Bali, 27–28 Agustus 2025.

Penghargaan tersebut mencakup The Best OSH in Construction Category, The Best Continuous Improvement of an OSH Management Performance, serta The Best Program in Conscientious Effort in Maintaining Safety with Zero Accident Goals. Di tingkat individu, Trakindo juga meraih The Best CEO on OSH Culture dan The Best HSE Manager.

Dalam proses penilaian, Trakindo memaparkan sejumlah inisiatif unggulan, salah satunya aplikasi Low Back Pain Alarm yang dikembangkan oleh teknisi cabang Samarinda. Aplikasi ini berfungsi memantau postur tulang punggung pekerja saat mengangkat beban, memberikan peringatan ketika posisi tubuh tidak ergonomis, sekaligus merekam riwayat kesalahan postur kerja.

Penghargaan yang diraih Trakindo pada OSH Asia’s Summit 2025 menjadi penanda kuat konsistensi perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja. Inovasi seperti aplikasi Low Back Pain Alarm menunjukkan upaya nyata Trakindo dalam meminimalkan risiko kerja melalui pemanfaatan teknologi. Capaian ini menegaskan bahwa bagi Trakindo, keselamatan pekerja merupakan fondasi penting bagi produktivitas dan keberlanjutan industri.

Prosesi penerimaan penghargaan Trakindo pada ajang Operational Safety & Health (OSH) Asia’s Summit 2025. Sumber: PT Trakindo Utama.

Ketua IV Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI), Immawan Priyambudi menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital terbukti mampu mentransformasi alat berat dari mesin biasa menjadi aset yang terhubung, terkelola, dan terprediksi.

“Lebih dari sekadar pemotongan biaya, strategi efisiensi kini telah berevolusi menjadi jauh lebih luas dan strategis, mencakup optimalisasi penggunaan teknologi dan strategi pengelolaan aset,” ujar Immawan dalam kesempatan serupa.

Pada akhirnya, deru mesin akan selalu menjadi bagian dari industri. Ia adalah penanda kerja, simbol produktivitas, sekaligus penggerak ekonomi. Namun bagaimana suara itu diterjemahkan—apakah sebagai ancaman atau harapan—ditentukan oleh cara perusahaan menjalankan perannya.

Dalam perjalanan 55 tahun di Indonesia, Trakindo menempatkan diri bukan hanya sebagai penggerak industri, tetapi juga penjaga keseimbangan. Keseimbangan antara bisnis dan manusia, antara produktivitas dan keselamatan, antara capaian hari ini dan keberlanjutan masa depan. Di balik setiap mesin yang bekerja, ada tanggung jawab yang dirawat—agar deru yang terdengar bukan sekadar keras, tetapi bermakna.