Di Iftar Gathering, Bos CNI: Cita-Cita Kita untuk Kemaslahatan Bersama

Iftar Gathering
CEO Ceria Group, Derian Sakmiwata memberi sambutan Iftar Gathering PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Jakarta.

Jakarta, TAMBANG – Perusahaan tambang nikel terintegrasi, PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) menggelar Iftar Gathering atau buka puasa bersama di Jakarta, Rabu (28/3).

Dalam kesempatan ini, CEO Ceria Group, Derian Sakmiwata menegaskan cita-cita besar CNI yakni memberikan kemaslahatan untuk orang banyak melalui pertambangan nikel baik dari sisi hulu maupun hilir.

“Cita-cita kita untuk kemaslahatan orang banyak. Ini adalah kepentingan orang banyak dan itu adalah niat kami,” ungkap Derian.

CNI sendiri merupakan perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) nikel dengan luas konsesi mencapai 6.785 hektare di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. IUP CNI berlaku sejak April 2012 dan akan berakhir pada April 2032.

CNI juga tengah membangun pabrik pengolahan dan pemurnian bijih nikel (smelter) dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) berkapasitas 293.200 ton Mix Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun. Proyek yang ditargetkan rampung tahun 2026 ini untuk menopang industri baterai kendaraan listrik alias electric vehicle (EV).

Abdel Achrian (kiri/Moderator) dan Ustaz Alfie (kiri) memberi tausyiah di Iftar Gathering PT CNI.

Di waktu yang bersamaan, CNI juga sedang membangun smelter berteknologi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF) di Blok Lapao-Pao, Wolo, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Smelter berskala besar tersebut dibangun dengan 4 jalur produksi, kapasitasnya mencapai 252. 700 ton feronikel per tahun.

Kompleks smelter RKEF akan menggunakan listrik bersumber dari energi baru dan terbarukan dari PT PLN. Proyek RKEF ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2024 ini.

Karena itu, di bulan yang penuh berkah ini, Atto berharap semua proyek yang tengah dikembangkan perusahaan berjalan lancar. Apalagi, CNI masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Derian kemudian menyampaikan terima kasih kepada tamu undangan yang telah menghadiri Iftar Gathering ini. Kata dia, bulan Ramadan merupakan momen yang berharga untuk saling bermaaf-maafan dan bersilaturahim untuk mempererat tali persaudaraan.  

“Tentunya hari ini, hari untuk mempererat tali persaudaraan, mempererat tali pertunangan, mempererat hubungan kita agar mengerti satu sama lain. Barang siapa mau mempererat tali silaturahmi, insyaallah akan dimudahkan rezeki,” ungkap Derian.

Iftar Gathering turut mengundang artis dan komedian kondang Ibu Kota, Abdel Achrian. Acara ditutup dengan shalat Tarawih Berjamaah. 

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda