Beranda Batubara Diadili, Petinggi India dan Konco-konconya yang Korupsi dan Investasikan Duitnya di Tambang...

Diadili, Petinggi India dan Konco-konconya yang Korupsi dan Investasikan Duitnya di Tambang dan Properti di Indonesia

SEJUMLAH pejabat tinggi di India kini tengah menghadapi proses peradilan, karena menyalahgunakan kekuasaannya dalam hal alokasi batu bara, dan perizinan tambangnya. Mantan Kepala Menteri Negara Bagian Jharkhand, Madhu Kodha, dan delapan koleganya, dituduh berkongkalikong melanggar peraturan dengan ‘’memanfaatkan posisinya untuk kepentingan pribadi dan teman-temannya.’’

 

Harian terkemuka India, India Times, dalam penerbitannya hari ini menulis, selain Madhu Kodha, yang juga harus berhadapan dengan hakim antara lain dua mantan pegawai negeri, Basant Kumar Bhattacharya dan Bipin Bihari Singh, bekas pejabat tinggi Jharkhand, Vaibhav Tulsyan, direktur sebuah perusahaan besi dan baja, serta kawan dekatnya, Vijay Joshi. Para pejabat didakwa membagi-bagikan blok tambang batu bara dengan cara melanggar hukum.

 

Mereka dituding secara berkelompok melakukan permufakatan jahat  untuk menguntungkan pihak tertentu. Kata Hakim Bharat Parashar, ‘’Dari fakta yang ditemukan, tampak bahwa para terdakwa melakukan konspirasi jahat untuk menguntungkan perusahaan dari Kalkuta, Vini Iron and Steel Udyog Ltd.’’

 

‘’Pegawai negeri yang terlibat dalam alokasi blok tambang, dengan sendirinya ikut menyalahgunakan posisinya. Mereka seharusnya mengelola aset sumber daya alam negeri ini dengan obyektif, transparan, dan sesuai peraturan,’’ kata Hakim Bharat.

 

Salah seorang lingkaran dekat Madhu Koda adalah Anil Bastawade. Ia ditangkap petugas imigrasi di Jakarta yang mendapatkan nota interpol. Anil Bastawade ditangkap pada 20 Januari 2014, dan dinyatakan bersalah terlibat dalam kasus pencucian uang. Kasus ini di India menimbulkan kehebohan politik, dikenal sebagai ‘’Skandal Madhu Koda’’. Menurut sumber koran India The Hindustan Times di Direktorat Penegakan Hukum India, Batawade bertugas menginvestasikan duit hasil korupsi Madhu Koda di Indonesia dan Dubai, dan Bangkok, dalam dalam bentuk properti, pertambangan, dan perdagangan. Diduga kuat, investasi itu dilakukan sebagai cara pencucian uang.

Madhu Koda. Sumber: Financial Express.
Madhu Koda. Sumber: Financial Express.

Madhu Koda, 42 tahun, semula adalah pekerja konstruksi tambang. Kelihaiannya berpolitik membuatnya dengan cepat menanjak sehingga ia berhasil menjadi Kepala Menteri Negara Bagian Jharkhand, dari 2006-2008. Selama masa jabatannya itu ia menyalahgunakan kekuasaannya, antara lain dengan memberi izin terhadap tambang bijih besi dan batu bara, secara ilegal.

Selama dua tahun kekuasaannya, Madhu Koda sukses mengeruk kekayaan hingga Rs 4 milyar, sekitar US$ 80 juta. Namun kepada wartawan timesnow.tv, Madhu Koda membantah kaitannya dengan Anil Batawade.

Artikulli paraprakBambang Pensiun, Toto Nugroho Naik Jadi Dirut Petral
Artikulli tjetërTahun Ini Pemerintah Tawarkan 8 WK Migas Konvensional