Dirjen Migas Bela Pertamina, Duga Ulah Kapal Asing

Dirjen Migas Bela Pertamina, Duga Ulah Kapal Asing
Foto (Istimewa)
Jakarta, TAMBANG – Peristiwa minyak tumpah di teluk Balikpapan akibat patahnya pipa Pertamina masih menyisakan teka-teki. Masyarakat menuntut Pertamina bertanggung jawab terhadap lingkungan yang tercemar.  Namun Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto meyakini, tragedi tersebut akibat pelanggaran kapal asing pengangkut batu bara di lokasi tersebut.   Djoko menduga, patahnya pipa Pertamina ini karena kapal asing pengakut batu bara yang ikut terbakar di sekitar lokasi tumpahan minyak.  Karena memasang jangkar di lokasi terlarang.   “Diduga pipanya terseret kapal yang terbakar itu kan. Padahal di daerah situ tidak boleh pasang jangkar. Tapi informasinya, pada saat itu cuaca sedang buruk sehingga dia (Kapa lasing) harus pasang jangkar,” kata Djoko Siswanto, kepada wartawan usai Lelang WK Migas, di Kementerian ESDM,  Kamis (5/4).   Kini, pipa yang patah sejak Sabtu (31/3) itu sudah berhasil diperbaiki pada Rabu (4/4) kemarin. Selama pembenahan, suplai minyak tetap berjalan normal. Pasalnya, Pertamina memiliki stok minyak selama lima hari.   “Tetap normal, karena kita punya stok lima hari. Pipa yang putus sudah di-jumper, pipa yang putus 20 inchi. Kebetulan pararel di daerah situ ada 16 inchi. Jadi pipa yang 20 inchi dipotong lalu disambung ke yang 16 inchi,” beber Djoko.   Ukuran pipa baru yang diameternya lebih kecil itu, dibantu menggunakan tanker dalam memenuhi pasokan. Kapal dikirim langsung dari terminal Lawe-Lawe, menggantikan peran pipa yang patah.   Djoko meminta masyarakat tidak perlu panik. Sebab tumpahan minyak sudah berhenti dan Pertamina sedang dalam tahap clean up.   “Tumpahan sudah stop. Sudah tidak ada yang kebakaran. Yang tumpah dibersihkan,” pungkas Djoko.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin