Beranda Tambang Today Bursa Saham DOID Perpanjang Periode Buy Back Saham Hingga 7 Desember

DOID Perpanjang Periode Buy Back Saham Hingga 7 Desember

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan kontraktor tambang PT Delta Dunia Makmur,Tbk (DOID) mengumumkan perpanjangan Periode Pembelian Kembali saham (buy back) untuk periode tiga bulan ke depan. Induk usaha PT Bumi Makmur Mandiri (BUMA) ini akan melakukan buyback saham terhitung sejak 8 September 2022 sampai dengan 7 Desember 2022. Hal ini disampaikan DOID dalam keterbukaan informasi pada Otoritas Bursa Efek Indonesia pada Kamis (8/9).

Dalam keterangan lanjutan dijelaskan bahwa DOID mengalokasikan dana maksimum US$ 33 juta untuk melakukan aksi korporasi ini. Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak melebihi 20% dan dengan ketentuan saham beredar minimal 7,5%. Dana tersebut termasuk biaya transaksi, biaya pedagang perantara, dan biaya lainnya sehubungan dengan buyback.

Dijelaskan pula bahwa sebelumnya pada 8 Juni 2022, sisa dana yang masih dapat digunakan untuk melakukan buyback adalah sebesar Rp 194,27 miliar yang jika dikonversikan setara dengan US$ 12,95 juta.

Selain itu DOID juga masih dapat melakukan pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya 1,12 miliar saham. Ini dikarenakan jumlah saham yang telah dibeli pada periode 7 Maret 2022 sampai dengan 6 Juni 2022 sebanyak 597,48 juta saham.

Disebutkan BNI Sekuritas ditunjuk selaku perusahaan efek untuk melakukan pembelian kembali saham pada periode perpanjangan ini.

Perusahaan kontraktor tambang ini juga berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri  untuk jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun. Namun, DOID dapat sewaktu-waktu melakukan pengalihan atas saham ini, seperti dijual di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek. Atau ditarik kembali dengan cara pengurangan modal, hingga pelaksanaan konversi efek bersifat ekuitas.

Artikulli paraprakRibuan IUP Dicabut, 5 Kelompok Ini Jadi Prioritas Pendistribusian Lahan
Artikulli tjetërLampaui Target, Pemerintah Turunkan Emisi Sektor Energi Sebesar 70 Juta Ton CO2e Selama 2021