Dukung Keandalan Pasokan Batu Bara, PLN Grup Digitalisasi Proses Bisnis dan Independensi Pengadaan

Dukung Keandalan Pasokan Batu Bara, PLN Grup Digitalisasi Proses Bisnis dan Independensi Pengadaan

Jakarta, TAMBANG – PT PLN (Persero) lewat Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), terus melakukan penguatan rantai pasok batu bara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) demi terjaminnya keandalan listrik. PLN melakukan digitalisasi proses bisnis rantai pasok, salah satunya di sisi hulu melalui digital procurement batu bara.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan melalui digital procurement ini proses pengadaan batu bara dapat dilakukan secara transparan dan bebas dari tekanan pihak manapun.

“PLN EPI memastikan pasokan energi primer terjamin dengan mengupayakan sistem terbaik, monitoring pasokan hingga infrastruktur. Hal ini penting untuk menjamin pasokan listrik yang andal untuk seluruh masyarakat,” ungkap Iwan, Jumat, (28/7).

Selain itu, tambah Iwan, PLN EPI juga mengoptimalkan pemenuhan Domestic Market Obligation dari setiap supplier batu bara dengan melakukan monitoring terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM sehingga pemenuhan kebutuhan batu bara saat ini terus termonitor, terkontrol dan terpenuhi dengan baik. Pengadaan batu bara dengan harga 70 USD per metric ton untuk pembangkit PLN ini sangat penting dalam menjadikan tarif listrik tetap terjangkau.

“Saat ini Hari Operasi Pembangkit (HOP) di Indonesia dalam kondisi aman dengan rata-rata di atas 20 hari, tidak ada wilayah yang dalam kondisi emergency pasokan batu bara,” terang Iwan.

Tercatat pembangkit di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) punya stok rata-rata batubara sebesar 27 HOP, pembangkit di wilayah Sumatera-Kalimantan (Sumkal) sebesar 27,8 HOP, dan pembangkit di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua-Nusa Tenggara (Sulmapana) sebesar 35,2 HOP.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda