ENGR Telah Bayar utang 2015 US$100 juta

Jakarta – TAMBANG. PT Energi Mega Persada (IDX : ENGR) telah membayar utang sebesar US$100 juta pada tahun 2015. Perseroan pun optimis bisa mendapatkan Ebitda sebesar US$230 juta, atau naik dari tahun lalu sebesar US$476 juta. Pada tahun 2016 ini, perseroan menyiapkan belanja modal sebesar US$72 juta dan belanja operasional sebesar US$267 juta. Dana ini berasal dari kas internal perseroan dan sebagian besar akan di gunakan untuk pengembangan blok Kangean dan ONWJ. “Saat ini kami sudah membelanjakan 40% dari anggaran tersebut,” ujar Direktur Utama ENRG Imam Agustino di Jakarta, jum’at (22/7). Total produksi minyak (30%) dan gas (70%) hingga semester I 2016 hampir mencapai 52.000 barel ekuivalen per hari dan sudah mencapai target perseroan. Sementara, total produksi gas tahun 2015 sebanyak 214,4 juta kaki kubik per hari. dan minyak sebesar 10,9 ribu barel. Kedepan, perseroan berencana untuk mengembangkan blok Bentu dan blok di Mozambique. Untuk merealisasikan, blok Bentu sedang mencari investor yang tepat, dan blok di Mozambique sedang memilih mitra baru. “Blok Bentu sendiri akan membuat dua hingga tiga sumur baru dan ditargetkan akan ada tambahan produksi gas sekitar 60 juta kubik per hari,” ujar Imam.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda