ESDM Bakal Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk Amankan Kelistrikan Nasional

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membentuk tim pengadaan batu bara untuk keandalan listrik nasional.

ESDM Bakal Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk Amankan Kelistrikan Nasional
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membentuk tim pengadaan batu bara untuk keandalan listrik nasional.

“Saya memang sudah rapat, diarahkan langsung oleh Bapak Presiden, bahwa dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus, maka kita membentuk Tim Pengadaan (batu bara), PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP,” ungkap Bahlil saat Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (18/6).

Wacana pembentukan tim pengadaan batu bara ini mencuat setelah terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah yang diduga dipicu oleh gangguan pasokan batu bara. Di sisi lain, Bahlil menjelaskan bahwa persoalan tersebut juga berkaitan dengan harga domestic market obligation (DMO) batu bara yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kondisi pasar saat ini.

“Sementara (batu bara) medium itu semakin hari semakin sedikit, dan harganya juga murah. Kita bikin patokan DMO 70 dolar. Nah, sementara SR-nya sudah di angka 10 sampai 12. Jadi harga jual ke PLN itu, untuk perusahaannya sudah tidak ada. Itulah menjadi trouble. Nah, ini saya sudah minta untuk kita clearkan, untuk diprioritaskan, difleksibilitaskan” jelasnya.

Bahlil menegaskan pentingnya keterbukaan dan kejujuran dalam pengelolaan pasokan energi nasional. Menurutnya, seluruh pihak harus bekerja secara transparan dan tidak saling menutupi persoalan yang terjadi di lapangan.

Yang terpenting, kata dia, adalah memastikan pelayanan terbaik bagi negara dan masyarakat sehingga kebutuhan energi dapat terpenuhi dengan baik dan tidak menimbulkan masalah bagi rakyat.

“Agar Tidak ada dusta di antara kita, jangan kita tipu terus kerjanya. Kita sama-sama memahami, yang penting adalah kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk negara. Itu yang paling penting. Supaya rakyat juga tidak ada soal,” ucapnya.

Sebagai informasi, kebutuhan batu bara PLN setiap tahun mencapai sekitar 154 juta metrik ton. Untuk menjamin ketersediaan pasokan, pemerintah telah menetapkan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara dengan total volume sekitar 190 juta ton.

Dari jumlah tersebut, perusahaan-perusahaan tambang telah mengonfirmasi kesanggupan pasokan sekitar 150 juta hingga 160 juta ton. Adapun volume yang telah dituangkan dalam kontrak pasokan mencapai 134 juta ton. Dengan demikian, sisa volume yang masih dalam proses finalisasi kontrak diperkirakan sekitar 20 juta ton.

Artikel Terkait