ESDM Gorontalo Belum Pastikan Status Tambang Emas di Pani yang Longsor

ESDM Gorontalo Belum Pastikan Status Tambang Emas di Pani yang Longsor
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo belum dapat memastikan status perizinan lokasi tambang emas di daerah Pani, Kabupaten Pohuwato, yang mengalami longsor pada Rabu (12/8/2026).

Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Wardoyo Mansur Pongoliu, mengatakan pihaknya masih membutuhkan informasi lokasi yang lebih jelas untuk memastikan status wilayah pertambangan maupun perizinan di lokasi tersebut.

Menurutnya, informasi mengenai titik koordinat menjadi penting untuk melakukan verifikasi secara kewilayahan dan administratif. Dengan demikian, pemerintah daerah belum dapat memastikan apakah lokasi yang dimaksud berada dalam Wilayah Usaha Pertambangan (WUP), Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), atau wilayah lainnya.

“Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo belum dapat memastikan secara spesifik status perizinan maupun apakah lokasi yang dimaksud berada dalam suatu Wilayah Pertambangan, apakah WUP atau WPR, karena diperlukan informasi lokasi yang lebih jelas, khususnya titik koordinat, untuk dapat dilakukan verifikasi secara kewilayahan dan administratif,” ujar Wardoyo kepada TAMBANG, Jumat (14/8).

Wardoyo juga menjelaskan bahwa kewenangan pembinaan dan pengawasan pertambangan berada di tangan pemerintah pusat. Pelaksanaan pengawasan tersebut dilakukan oleh Inspektur Tambang Kementerian ESDM yang ditempatkan di daerah.

“Dalam hal pembinaan dan pengawasan pertambangan, kewenangan pengawasan pertambangan berada pada Pemerintah Pusat, yang pelaksanaannya dilakukan oleh Inspektur Tambang Kementerian ESDM yang ditempatkan di daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengawasan teknis pertambangan pada prinsipnya dilakukan terhadap kegiatan usaha pertambangan yang telah memiliki perizinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul longsor yang terjadi di kawasan tambang emas Pani, Kabupaten Pohuwato, pada Rabu (12/8/2026). Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan kembali menyoroti aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, kepolisian menyampaikan bahwa enam orang telah ditemukan dalam kejadian tersebut, dengan lima orang meninggal dunia dan satu orang selamat. Aparat juga masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan kondisi dan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.

Artikel Terkait

Optimalkan Potensi Reservoir PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Berhasil Tambah Produksi Migas

Optimalkan Potensi Reservoir PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Berhasil Tambah Produksi Migas

Jakarta,TAMBANG,- Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksi migas dalam negeri. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) misalnya terus memperkuat upaya optimasi produksi migas melalui pelaksanaan program hydraulic fracturing pada sejumlah sumur di Wilayah Operasi Mutiara dan Pamaguan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Program yang dilaksanakan sepanjang periode

By Egenius Soda
Perkuat Peran Strategis dalam Eksplorasi Energi, Elnusa Tingkatkan Kapabilitas Geoscience Berbasis Teknologi

Perkuat Peran Strategis dalam Eksplorasi Energi, Elnusa Tingkatkan Kapabilitas Geoscience Berbasis Teknologi

Jakarta,TAMBANG,- Eksplorasi disebut sebagai nadi bagi industri migas. Tanpa eksplorasi tidak akan ditemukan cadangan baru. Sebaliknya dengan eksplorasi ada kemungkinan untuk menemukan cadangan baru yang penting untuk ketahanan energi nasional. Namun harus diakui bahwa kegiatan eksplorasi punya risiko yang cukup tinggi. Padahal investasinya juga besar. Oleh karenanya sebagai bagian

By Egenius Soda